Kerinci, Fakta62.info-
Home
› Aksi Warga
› Bencana Hidrologis
› Berita Kerinci
› Daerah
› Dampak Lingkungan
› Demo Kerinci
› Jambi
› Lingkungan Hidup
› PLTA Kerinci Merangin
› PTKMH
› Tolak Peresmian PLTA
Pengalihan Sungai PLTA Kerinci Picu Tuntutan Rp25 Juta/KTP, Warga Desak Presiden Tunda Peresmian
Pengalihan Sungai PLTA Kerinci Picu Tuntutan Rp25 Juta/KTP, Warga Desak Presiden Tunda Peresmian

Rabu, 05 November 2025
Last Updated
2025-11-06T02:06:04Z
Ratusan warga Desa Lubuk Paku, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, hari ini (5/11/2025), melancarkan aksi demonstrasi besar-besaran di depan area proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikelola oleh PT Kerinci Merangin Hidro (KMH). Aksi protes ini merupakan puncak kekecewaan mendalam masyarakat atas dampak lingkungan dan ancaman bencana yang timbul sejak bendungan mulai beroperasi.
Tuntutan warga tidak hanya ditujukan kepada pihak perusahaan, tetapi langsung menyasar pusat kekuasaan. Mereka secara tegas meminta agar rencana peresmian proyek nasional ini ditunda.
Permintaan Resmi kepada Tiga Pucuk Pimpinan Negara
Dalam aksi yang berlangsung emosional, perwakilan masyarakat tampil di hadapan awak media menyampaikan pesan yang harus disimak oleh jajaran pejabat tinggi negara.
"Fakta di lapangan (menunjukkan), kami selaku masyarakat meminta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., dan termasuk Ketua DPRD Provinsi Jambi, Muhammad Hafiz Fattah, jangan dulu diresmikan sebelum ada penjelasan terkait permasalahan ini," ujar perwakilan warga dengan nada tinggi.
Permasalahan yang dimaksud sangat krusial, mencakup seluruh dampak, mulai dari kerusakan lingkungan hidup permanen hingga potensi bencana hidrologis yang mengancam keselamatan pemukiman warga. Tuntutan ini menunjukkan krisis kepercayaan warga terhadap penanganan dampak lingkungan oleh PT KMH dan pemerintah daerah.
Ancaman Bencana Mencekam dan Pengalihan Sungai Kontroversial
Kekhawatiran utama warga Desa Lubuk Paku adalah ancaman luapan air dan banjir bandang yang dipicu oleh dua faktor utama di sekitar bendungan:
1. Potensi Banjir Bandang saat Musim Hujan: Warga menjelaskan bahwa meskipun saat ini kondisi masih kemarau, tingkat genangan permanen di sepanjang sungai Lubuk Paku sangat berpotensi menyebabkan desa mereka terendam saat intensitas hujan meningkat.
2. Kebijakan Pengalihan Sungai yang Fatal: Ancaman diperparah oleh kebijakan baru-baru ini, di mana pengalihan sungai yang lama di Danau Kerinci dialihkan masuk ke bendungan PLTA. Warga menduga pengalihan ini akan menciptakan tekanan hidrologis yang masif dan tak tertangani di hilir bendungan.
Perwakilan warga memberikan perumpamaan ekstrem untuk menggambarkan bahaya yang akan datang: "Kapan luapan air naik, mungkin lebih gila daripada api yang sudah tidak bisa dikendalikan lagi!"
Pernyataan ini menggarisbawahi dugaan kegagalan mitigasi risiko bencana oleh PLTA dan mengecam pengalihan sungai yang dianggap dilakukan secara sepihak tanpa sosialisasi memadai kepada masyarakat terdampak.
Aksi demo hari ini adalah tindak lanjut dari Musyawarah Warga Desa Lubuk Paku yang diselenggarakan pada 26 September 2025. Hasil musyawarah menyimpulkan bahwa sejak beroperasinya PLTA, masyarakat telah kehilangan sumber daya alam yang menjadi fondasi utama kehidupan mereka.
Kerugian-kerugian permanen yang dialami warga meliputi:
* Hilangnya Sumber Mata Pencaharian: Masyarakat tidak lagi dapat mencari ikan, kerang, atau hasil sungai lainnya; sumber ekonomi tradisional utama telah hilang.
* Keterbatasan Material Bangunan: Warga kesulitan memperoleh material alam seperti pasir, batu, dan koral yang sebelumnya diambil dari sungai untuk kebutuhan pembangunan rumah dan infrastruktur dasar.
* Masalah Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan: Sungai tidak dapat lagi digunakan untuk mencuci dan mandi. Terjadi penumpukan sampah di aliran air yang menyebabkan bau busuk, meningkatkan populasi lalat dan nyamuk, serta dikhawatirkan memicu penyakit kulit dan demam.
Atas kerugian yang bersifat permanen ini, hasil musyawarah warga menetapkan tuntutan kompensasi sebesar Rp25 juta per Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bentuk ganti rugi atas dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang diderita.
Hingga laporan ini disusun pada sore hari, pihak PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) belum memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait tuntutan warga, ancaman bencana hidrologis, maupun kebijakan pengalihan aliran sungai ke bendungan.
Tembusan keputusan musyawarah warga telah disampaikan kepada berbagai lembaga tinggi negara, menandakan bahwa masyarakat telah membawa isu ini ke tingkat tertinggi dan siap melanjutkan aksi jika tidak ada respons nyata dari pihak-pihak yang bertanggung jawab.
(S boy)
Aksi Warga
Bencana Hidrologis
Berita Kerinci
Daerah
Dampak Lingkungan
Demo Kerinci
Jambi
Lingkungan Hidup
PLTA Kerinci Merangin
PTKMH
Tolak Peresmian PLTA
Selanjutnya
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
rullynovriyandi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
🌐
Jaringan Media INDOMETRO
Network Media Indometro Grup
25 MEDIA
IM
Indometro.net
Nasional
AKTIF
02
Indometro.id
Nasional
AKTIF
03
Indometro Law
Hukum
AKTIF
04
Grow Media Indonesia
Nasional
AKTIF
05
Jurnalisme
Nasional
AKTIF
06
Jejak Kriminal
Kriminal
AKTIF
07
Fakta62
Fakta
AKTIF
08
Ops Jurnal
Nasional
AKTIF
09
Raimas86
Nasional
AKTIF
10
Chans Media
Nasional
AKTIF
11
Peristiwa24
Peristiwa
AKTIF
12
Pena Medan
Nasional
AKTIF
13
Lintas Nusantara
Nasional
AKTIF
14
Lintas Peristiwa
Nasional
AKTIF
15
Liputan62
Nasional
AKTIF
16
Ungkap Fakta
Nasional
AKTIF
17
Harian62
Nasional
AKTIF
18
Pena Kita
Nasional
AKTIF
19
Sergap24
Nasional
AKTIF
20
Sergap86
Nasional
AKTIF
21
Investigasi
Nasional
AKTIF
22
Orbit News
Nasional
AKTIF
23
Mitra 24 Jam
Nasional
AKTIF
24
1 Detik
Nasional
AKTIF
25
Liga Peristiwa
Nasional
AKTIF
26
IDM News
Nasional
AKTIF
INDOMETRO Grup • Jaringan Media Indonesia
Akurat • Faktual • Realistis
Akurat • Faktual • Realistis
📰 KIRIM BERITA WARGA
Punya informasi atau kejadian menarik? Kirim ke Redaksi Fakta62.info
*Setiap informasi akan melalui proses verifikasi redaksi sebelum dipublikasikan.
🤖 F62 AI Assistant
Asisten Berita Fakta62.info
Asisten Berita Fakta62.info
Halo 👋
Saya Asisten Fakta62.info.
Silakan pilih layanan:
Saya Asisten Fakta62.info.
Silakan pilih layanan:
📰
LAYANAN FAKTA62.INFO
Temukan berbagai layanan media, publikasi, kemitraan dan kebutuhan digital Anda.
Powered by Fakta62.info
Berita Viral
-
ROKAN HILIR, Fakta62.info- Unit Reskrim Polsek Kubu berhasil melakukan penangkapan sekaligus mengamankan empat orang tersangka d...
-
SUNGAI PENUH, Fakta62.info- Tim Penasehat Hukum mantan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadis Damkar) Kota Sungai Penuh berinisial LP, me...
-
SOFIFI, Fakta62.info- Persoalan pembayaran hak tenaga kesehatan di RSUD Sofifi kembali menjadi sorotan. Sejumlah informasi yang ...
-
Gowa, Fakta62.info- Dalam sambutannya saat membuka Bimtek Banper Revitalisasi wamendikdasmen menegaskan bahwa Program Revitalisasi SMK...




