Dua personil anggota polres Katingan yang masih hilang yaitu Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Masih Hilang Usai Gerebek Bandar Narkoba di desa tumbang kalemei kecamatan katingan tengah kabupaten Katingan kalteng
Hingga Jumat (3/7/2026) siang, dua personel Polres Katingan, Kalteng, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih belum diketahui keberadaannya.
Keduanya “hilang” saat menyelamatkan diri dari serangan massa bersenjata tajam usai penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalamei, Katingan, Kamis (2/7/2026) dinihari WIB.
Selain hilangnya Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, operasi penggerebekan terhadap bandar narkoba itu juga mengakibatkan gugurnya Aipda Yudhi Perdana Putra dan seorang warga sipil, Teriyo.
Kali terakhir Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana kali terlihat oleh teman-temanya sesama personel Polres Katingan yang melakukan penggerebekan, adalah saat keduanya berenang menyeberangi sungai.
Mereka terpaksa menyeberangi sungai karena terdesak oleh penyerangan massa bersenjata tajam.
Penyerangan terjadi saat tim Polres Katingan menangkap seorang bandar narkoba berinisial BI.
Selain BI, operasi penggerebekan itu juga bertujuan membekuk bandar narkoba lainnya berinisial BU.
Keduanya tinggal di Desa Tambang Kalamei.
Informasi yang diperoleh dari Basarnas Palangkaraya, tim gabungan Polairud Polda Kalteng dan Basarnas terus menyisir kawasan sepanjang aliran sungai Desa Kalamei, Kecamatan Katingan Tengah.
Dalam pencarian ini, tim menggunakan sejumlah perahu karet dan peralatan SAR air.
“Kami mengerahkan 10 personel SAR untuk memperkuat tim gabungan. Tim akan melakukan penyisiran di sepanjang sungai dan titik-titik yang dicurigai,” ujar Kepala Basarnas Palangkaraya, AA Ketut Alit Supartana, Jumat (3/7/2026).
Sementara di lokasi penggerebekan, puluhan polisi bersenjata lengkap masih melakukan penjagaan.
Sedangkan dua bandar narkoba, BI dan BU yang menjadi target operasi kabur saat terjadi penyerangan terhadap tim Polres Katingan.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengungkapan personel tim gabungan yang melakukan pencarian mencapai 100 orang.
“Pencarian mulai dari kemarin hingga saat ini dan keduanya masih belum ditemukan,” ujarnya.
Selain personel Polairud, tim pencarian juga melibatkan personel Brimob dan Direkrimum Polda Kalteng serta Basarnas.
“Bantuan personel dari Polda Kalteng ini selain untuk mengamankan lokasi juga memback up pencarian anggota kami yang sampai saat ini belum ditemukan,” ucap Dodik.
(Ktg)






