Halmahera Selatan, Fakta62.Info-
Komitmen memperkuat kualitas pendidikan berbasis agama di Kabupaten Halmahera Selatan kembali ditunjukkan melalui peluncuran Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Global Nusantara di Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, Jumat (3/7/2026).
Peresmian yang berlangsung di halaman gedung madrasah tersebut menjadi tonggak dimulainya operasional MIS Global Nusantara sebagai lembaga pendidikan dasar Islam yang diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus membentuk generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.
Peresmian dilakukan secara simbolis melalui pengguntingan pita oleh perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Selatan, Afais Abdullah, S.Pd.I, selaku Kepala Seksi Pendidikan Islam yang mewakili Hj. Saiful Djafar Arfa, M.Pd.I.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembina Yayasan Global Nusantara Dr. Abdurrahman Hi. Usman, S.Pd., S.H., M.Pd., inisiator pendirian madrasah Kalamun Ilyas, S.Pd., M.Pd., perwakilan Kepala KUA Kecamatan Gane Barat Selatan, Pemerintah Desa Dowora, para kepala sekolah dan dewan guru SD, SMP, SMK, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Dowora Eli Saleh menegaskan bahwa kehadiran Madrasah Ibtidaiyah bukan untuk menjadi pesaing sekolah formal yang telah ada, melainkan sebagai pelengkap sistem pendidikan dengan memperkuat pendidikan agama dan pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi, pendidikan agama menjadi benteng utama dalam membentuk akhlak generasi muda.
"Madrasah tetap mengajarkan seluruh mata pelajaran umum seperti sekolah lainnya, tetapi memiliki keunggulan pada pendidikan agama, akhlak, dan Bahasa Arab," ujar Eli.
Ia mengajak seluruh masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan MIS Global Nusantara dengan mempercayakan pendidikan anak-anak di madrasah tersebut.
Bapak kepala desa Eli Saleh, juga berharap Kementerian Agama dapat memberikan perhatian melalui dukungan pembangunan sarana dan prasarana sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Pembina Yayasan Global Nusantara, Dr. Abdurrahman Hi. Usman, menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi terbesar dalam membangun masa depan umat.
Ia mengingatkan bahwa Islam menempatkan ilmu sebagai fondasi kehidupan, sebagaimana tercermin dalam wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perintah membaca (Iqra').
"Manusia harus hidup dengan ilmu dan meninggal pun dengan ilmu. Karena itu, menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim," tegasnya.
Menurut Abdurrahman, Yayasan Global Nusantara terus berkomitmen memperluas akses pendidikan melalui jenjang SMK, SMP hingga Madrasah Ibtidaiyah sebagai upaya melahirkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus kuat dalam nilai-nilai keagamaan.
"Madrasah Ibtidaiyah hadir bukan sekadar menambah jumlah sekolah, tetapi menjadi tempat lahirnya generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan umum dan pendidikan agama," katanya.
Ia juga mengajak para orang tua menjadikan MIS Global Nusantara sebagai pilihan pendidikan anak demi membangun generasi yang sukses di dunia tanpa meninggalkan bekal untuk kehidupan akhirat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Selatan, Afais Abdullah, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kehadiran Madrasah Ibtidaiyah merupakan langkah strategis dalam memperkuat mutu pendidikan sekaligus membangun karakter anak sejak usia dini.
Menurutnya, madrasah memiliki peran penting karena tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga membekali peserta didik dengan pendidikan akidah akhlak, Al-Qur'an Hadis, dan Bahasa Arab.
"Agama adalah tanggung jawab kita bersama. Madrasah hadir untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki iman, takwa, dan akhlak yang baik," ujarnya.
Afais menjelaskan bahwa seluruh jenjang pendidikan madrasah di bawah Kementerian Agama, baik negeri maupun swasta, memiliki legalitas dan diakui oleh negara.
Ia juga menerangkan bahwa proses penerbitan izin operasional madrasah membutuhkan waktu dan tahapan sesuai ketentuan, sehingga diperlukan kesabaran serta komitmen dari para pengelola.
Selain itu, Afais mengingatkan bahwa pada masa awal operasional, pengelola madrasah harus tetap bersemangat meski belum memperoleh Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
"Jangan mudah menyerah. Bangunlah madrasah ini dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab demi masa depan pendidikan anak-anak kita," pungkasnya.
Dengan diresmikannya MIS Global Nusantara, masyarakat Desa Dowora kini memiliki tambahan pilihan lembaga pendidikan berbasis Islam yang diharapkan mampu mencetak generasi berilmu, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.
(Said Pers)





