FILIPI 1:21
"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."
Puisi Duka :
"PULANG DALAM PENGABDIAN"
Di Kalemei, hujan seakan enggan berhenti,
langit menunduk, bumi pun ikut bersedih.
Kabar itu datang seperti petir di siang hari,
merobek harapan, mematahkan senyum yang masih tersisa.
AIPDA Yudhi Perdana Putera, S.Sos., M.AP,
engkau pergi bukan dalam pelukan keluarga,
bukan di tengah hangatnya rumah,
melainkan di medan tugas,
saat pengabdian memanggil namamu untuk terakhir kali.
Masih ada mimpi yang belum sempat kau ceritakan,
masih ada tawa yang belum sempat kau bagikan,
masih ada tangan-tangan yang berharap kepulanganmu,
namun takdir memilih jalan yang berbeda.
Kini seragammu menjadi saksi,
bahwa pengabdian bukan sekadar kata-kata.
Di setiap lipatan kain itu,
ada keringat, ada perjuangan, ada pengorbanan,
hingga akhirnya ada air mata yang jatuh tanpa mampu dibendung.

Ibu kehilangan anak yang dibanggakan,
istri kehilangan sandaran kehidupan,
anak kehilangan pelukan yang selalu dirindukan,
sahabat kehilangan teman seperjalanan,
dan negeri kehilangan seorang putra terbaiknya.
Malam ini mungkin lebih sunyi dari biasanya,
karena satu suara telah pergi untuk selamanya.
Namun namamu akan tetap hidup,
dalam doa yang tak pernah putus,
dalam kenangan yang tak pernah hilang.
Selamat jalan, insan Bhayangkara.
Jika pengabdian memiliki wajah,
maka wajah itu adalah keberanianmu.
Jika pengorbanan memiliki nama,
maka nama itu adalah dirimu.
Dan ketika bendera berkibar di bawah langit Indonesia,
akan selalu ada doa yang terucap lirih:
"Terima kasih telah menjaga kami,
meski akhirnya engkau harus pergi."
Syair
" RATAPAN KALEMEI "
Kalemei berduka, hutan menangis,
angin berbisik lirih dan tipis.
Satu putra bangsa telah habis tugas,
meninggalkan luka yang begitu pedih.
Pergi bertugas tak pernah kembali,
meninggalkan keluarga yang merintih sepi.
Air mata jatuh silih berganti,
mengiring langkah menuju keabadi.
Wahai Yudhi, putra negeri,
jasamu harum sepanjang hari.
Meski ragamu telah pergi,
namamu hidup dalam sanubari.
Doa kami mengiringi jalanmu,
harapan kami menyertai keluargamu.
Semoga Tuhan memeluk erat jiwamu,
dan memberi kekuatan bagi yang merindukanmu. 🕊️
"Ada kepulangan yang disambut pelukan, tetapi ada kepulangan yang disambut air mata. Engkau pulang sebagai pahlawan pengabdian, namun meninggalkan duka yang tak mudah terobati."
RIP.....
Calon Anumerta !!!





