Fakta62.info-
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Kantor Bea Cukai Kota Batam kali ini kembali menjadi etalase buram didalam penegakan hukum kepabeanan di negara Indonesia namun di tengah komitmen keras dari Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, menyikat aktivitas rokok ilegal dan membongkar jaringan-jaringan cukong dalam praktik penyelundupan di sekitaran wilayah Kota Batam maupun di Kepulauan Riau (Kepri) justru diduga terus berlangsung tanpa hambatan berarti Minggu (25/1/2026)
Melalui kanal dari Lapor Pak Purbaya, masyarakat menyuarakan kekecewaan yang mendalam terhadap kinerja Bea dan Cukai Kota Batam dinilai hanya tajam ke pedagang kecil tumpul ke bandar besar (Cukong), namun ada distributor utama rokok ilegal disebut tetap bebas bergerak, seolah-olah kebal hukum.
Kota Batam
Ironisnya pola penindakan semacam ini telah lebih dulu dikritik langsung oleh Menteri Keuangan. Sejak 2025, Purbaya menegaskan bahwa penindakan semua terhadap pelaku-pelaku kecil justru dapat menjadi bentuk pembiaran mata rantai kejahatan terorganisir.
“Kalau hanya untuk warung kecil yang ditindak, cukong-cukong besar tetap hidup. Ini yang akan kami benahi,”tegas Purbaya.
Jalur Laut Bebas, Aparat Menghilang?
Kota Batam dengan status kawasan dalam perdagangan bebas ratusan titik pelabuhan serta banyaknya pelabuhan tidak resmi, kembali dituding sebagai pintu utama arus rokok tanpa pita cukai minuman beralkohol ilegal, hingga barang ekspedisi dan BBM subsidi.
Salah satu titik yang kini disorot publik adalah galangan kapal PT Marinatama Gemanusa Shipyard (USA) di Tanjung Uncang, Batu Aji.
Secara hukum, galangan kapal tersebut bukan untuk pelabuhan umum tetapi hanya diperuntukkan untuk kegiatan docking serta perawatan kapal.
PT. LINTAS DAERAH GRUP
Kota Batam
Namun di lapangan, lokasi ini diduga sudah lama dimanfaatkan sebagai jalur tikus penyelundupan barang ilegal.
Operasi Malam, Truk Keluar Masuk Tanpa Sentuhan Hukum.
Dari hasil dalam penelusuran tim media menemukan bahwa adanya indikasi kuat bahwa pengiriman barang ilegal dilakukan secara terstruktur dan rutin, menggunakan mobil truk dan mobil boks, terutama pada malam hari hingga dini hari.
Seorang narasumber yang identitasnya dirahasiakan oleh media ini menyebut aktivitas tersebut berlangsung mulai pukul 19.00 hingga subuh tanpa pernah tersentuh razia atau pengawasan berarti.
“Kalau tidak ada yang membekingi tidak mungkin bisa selama itu dan selancar itu,” ungkapnya.
Keterangan tersebut Juga menimbulkan kecurigaan serius publik.
ke mana peran Bea dan Cukai Batam?
Apakah pengawasan benar-benar sudah berjalan atau justru diduga ada main mata pihak Bea Cukai dengan para mafia untuk pembiaran sistematis?
Bea dan Cukai Batam Bungkam Publik Makin Curiga
Upaya konfirmasi kepada Kepala Kantor Bea dan Cukai Batam maupun di bidang penindakan telah dilakukan berulang kali, baik melalui sambungan telepon maupun pesan di WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun respons atau etika baik untuk meluruskan persoalan tersebut.
Sikap bungkam aparat negara di tengah dugaan penyelundupan masif ini justru dapat memperbesar kecurigaan publik, sekaligus memperkuat persepsi bahwa penegakan hukum di Batam tidak menyentuh aktor utama.
Menteri Keuangan: Jika Ada Oknum, Sikat Tanpa Ampun.
Menanggapi dugaan keterlibatan aparat Bea Cukai Batam. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa bersikap tegas dan memastikan bahwa siapa pun yang sudah terbukti terhubung di jaringan cukong rokok ilegal termasuk aparat Bea dan Cukai akan diproses tanpa pandang bulu.
“Kalau ada link ke cukong, kita proses. Katanya banyak backing, paling orang Bea Cukai juga. Kalau terbukti akan kita bereskan dan dicopot dari jabatan itu ,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi tamparan keras untuk para Bea dan Cukai Kota Batam, dan sekaligus sinyal bahwa pemerintah pusat tidak akan mentolerir praktik yang kotor di lapangan.
Batam Ujian Nyata Keseriusan Negara
Kasus Batam kini menjadi ujian nyata keseriusan negara didalam memerangi kejahatan kepabeanan di tegah publik dan menunggu, apakah komitmen dari Menteri Keuangan hanya berhenti pada pernyataan, atau benar-benar diikuti oleh pembersihan total hingga ke akar jaringan cukong.
Tim Media menegaskan, hingga berita ini diterbitkan tim terus meminta pihak pihak terkait klarifikasi
Fakta62 ( Team )






