Menurut HMR, dirinya sebagai nasabah aktif yang tidak memiliki permasalahan dengan pihak bank merasa diperlakukan tidak maksimal saat meminta informasi terkait layanan perbankan.
“Saya sebagai nasabah BRI yang bisa dikata tidak bermasalah dengan bank sangat kecewa kepada mantri BRI Unit Tareran atas nama CL. Karena pelayanan yang sangat mengecewakan, ketika kami mau minta informasi ke bank, responsnya sangat lambat,” ungkap HR kepada wartawan.
Ia juga menilai bahwa pelayanan yang diberikan terkesan pesimis dan tidak responsif, terutama bagi nasabah yang ingin mengajukan pinjaman atau melakukan penambahan kredit.
“Sepertinya ketika nasabah bermohon pinjaman atau pun lipat peminjaman, pelayanannya tidak responsif, bahkan terkesan kami harus memohon-mohon. Pelayanan terlalu bertele-tele dan tidak humanis,” tambahnya.
HMR menegaskan bahwa pelayanan publik, terlebih di sektor perbankan, seharusnya mengedepankan kemudahan dan profesionalitas. Ia mengutip pernyataan pejabat negara yang menekankan agar masyarakat tidak dipersulit dalam mengakses layanan.
“Yang saya tahu, seperti kata Menteri Keuangan bahkan Presiden sekalipun, jangan persulit masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, HMR menyebut bahwa dirinya bukan satu-satunya nasabah yang merasakan hal serupa. Ia mengklaim banyak warga lain yang mengalami kesulitan saat berurusan dengan oknum tersebut.
“Ini bukan cuma kita yang dipersulit, bahkan banyak nasabah lain yang sangat membutuhkan dana tapi selalu pulang kecewa karena pelayanan beliau,” pungkas HMR.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Unit BRI Tareran belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut. Warga berharap agar pihak manajemen dapat melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah.
(Tim FAKTA62.INFO)






