KERINCI, FAKTA62.INFO – Kabupaten Kerinci, yang masyhur dijuluki sebagai "Sekepal Tanah Surga", tengah bersolek. Tepat satu tahun kepemimpinan Bupati Monadi, S.Sos, M.Si, dan Wakil Bupati H. Murison, S.Pd, S.Sos, M.Si, wajah pembangunan di Bumi Sakti Alam Kerinci mulai menunjukkan akselerasi yang signifikan.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan ini mengusung visi yang jelas: menempatkan petani sebagai subjek utama pembangunan. Tak heran, dalam setahun perjalanannya, Monadi-Murison kini mulai digadang-gadang sebagai Pejuang Petani oleh masyarakat setempat.
Keberpihakan Nyata pada Sektor Agraris
Menyadari bahwa mayoritas penduduk Kerinci menggantungkan hidup pada sektor pertanian, pemerintah daerah melakukan intervensi masif. Bukan sekadar wacana, keberhasilan melakukan cetak sawah baru seluas 800 Hektar menjadi bukti nyata perluasan lumbung pangan daerah.
"Kami ingin memastikan petani tidak lagi berjalan sendirian. Tugas pemerintah adalah hadir melalui bantuan alsintan (alat mesin pertanian), benih unggul, hingga ketersediaan pupuk yang tepat sasaran," ujar Monadi dalam refleksi satu tahun kepemimpinannya, Jumat (20/2/2026).
Selain itu, penguatan sektor peternakan dilakukan melalui pemberian bantuan kandang ternak kambing dan sapi, serta perbaikan irigasi sekunder yang selama ini menjadi urat nadi pertanian warga.
Infrastruktur Dasar dan Layanan Kesehatan Paripurna
Di bawah komando Monadi-Murison, konektivitas antarwilayah diperkuat melalui peningkatan jalan kabupaten dan jalan lingkungan. Untuk mengantisipasi kerawanan bencana, pemerintah secara rutin melakukan normalisasi sungai dan tanggap darurat pasca-bencana, termasuk program bedah rumah bagi warga terdampak.
Di sektor kesehatan, masyarakat kini tak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan medis spesialis. Percepatan operasional RSUD Kerinci dan RS Pratama Bukit Kerman menjadi tonggak sejarah baru dalam pelayanan kesehatan publik di Kerinci.
Sektor pendidikan pun tak luput dari perhatian. Dana Revitalisasi sebesar Rp7,8 Miliar untuk 7 Sekolah Dasar (SD) telah dikucurkan guna memastikan generasi penerus Kerinci belajar di fasilitas yang layak dan representatif.
Inovasi "Bunga Desa" dan Kebersihan Lingkungan
Salah satu terobosan birokrasi yang paling dirasakan dampaknya adalah program "Bunga Desa" (Bupati Ngantor di Desa). Program ini memangkas jarak antara pemimpin dan rakyat, di mana berbagai urusan administrasi diselesaikan langsung di tengah masyarakat.
Untuk urusan lingkungan, Pemkab Kerinci kini lebih progresif dengan merealisasikan pengadaan 1 mobil sampah untuk setiap kecamatan, sebuah langkah konkret untuk menjaga keasrian alam Kerinci dari ancaman limbah.
Meski capaian satu tahun ini tergolong impresif, Monadi tetap menunjukkan sikap rendah hati dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat.
"Satu tahun memang bukan waktu yang panjang. Kami menyadari masih ada harapan masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi. Masih ada kekurangan dan pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan bersama," ungkapnya dengan penuh ketulusan.
Ia menutup dengan permohonan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menjalankan amanah besar ini.
(Sandra boy)









