Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


Jejak Terkini Dihujani Kritik, Pemberitaan Tak Akurat hingga Berujung Penghapusan

Kul indah
Minggu, 05 April 2026
Last Updated 2026-04-05T16:29:22Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN KEGIATAN ANDA/ORGANISASI/POLITIK DILIPUT??


Jejak Terkini Dihujani Kritik, Pemberitaan Tak Akurat hingga Berujung Penghapusan

Makassar-Fakta 62- (5/4/2026) – Media online Jejak Terkini kembali menjadi sorotan publik dan sejumlah media setelah dinilai tidak profesional dalam menjalankan aktivitas jurnalistiknya.sorotan ini mencuat dugaan penghapusan berita yang sebelumnya telah dipublikasikan. Hal tersebut diperkuat dengan tangkapan layar yang menunjukkan halaman situs Jejak Terkini menampilkan “Error 404 Nothing Found”, yang menandakan berita tersebut sudah tidak dapat diakses.

Sebelumnya, berita tersebut berjudul “Diduga Jadi Korban Kekerasan dan Perundungan, Wartawan di Sulsel Minta Keadilan” yang memuat nama wartawati Rosmiani. Namun, saat diakses kembali, halaman tersebut sudah tidak ditemukan.

Sejumlah media seperti GI Media Com, Ungkap Fakta, Fakta 62, Investigasi, dan Detikpk turut menyoroti kejadian ini. Mereka menilai bahwa penghapusan berita tanpa klarifikasi kepada publik merupakan tindakan yang tidak mencerminkan profesionalisme dalam dunia pers.
Lebih lanjut, berdasarkan informasi yang beredar, pihak Jejak Terkini disebut telah meminta izin kepada salah satu pihak untuk menghapus berita tersebut. Namun, langkah itu dinilai tidak transparan karena tidak disampaikan kepada pihak lain yang turut terdampak atau berkepentingan, termasuk media-media yang ikut menyoroti pemberitaan tersebut seperti GI Media Com, Ungkap Fakta, Fakta 62, Investigasi, dan Detikpk.

Selain itu, media Jejak Terkini juga diduga kerap mempublikasikan pemberitaan tanpa konfirmasi yang memadai kepada pihak terkait, sehingga menimbulkan polemik.

Polemik tersebut bahkan disebut telah masuk ke ranah hukum. Berdasarkan informasi yang beredar, kasus ini telah dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan, termasuk ke bagian kriminal khusus, serta diadukan ke Dewan Pers. Pihak yang merasa dirugikan juga dikabarkan telah melayangkan somasi pertama dan akan menyusul somasi kedua melalui advokat atas dugaan pencemaran nama baik.

Di sisi lain, keputusan internal Jejak Terkini juga menjadi perhatian setelah wartawati Rosmiani dikabarkan dikeluarkan. Langkah ini memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan publik dan insan pers.
“Ada indikasi ketidakkonsistenan dalam pengelolaan redaksi. Ketika berita dipublikasikan namun kemudian dihapus, dan wartawan justru dikeluarkan, hal ini menimbulkan kesan adanya upaya menghindari tanggung jawab,” ungkap salah satu sumber.

Sejumlah pihak menilai bahwa dalam dunia pers, akurasi, konfirmasi, dan tanggung jawab adalah prinsip utama. Media yang mengabaikan hal tersebut berpotensi kehilangan kepercayaan publik.dengan adanya bukti tangkapan layar serta sorotan dari berbagai media, diharapkan kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh insan pers untuk lebih menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan menjaga kredibilitas dalam setiap pemberitaan.

Penulis"(Kul indah)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan