KERINCI, FAKTA62.INFO – Pelari trail ternama Indonesia, Arief Wismoyono, mencatatkan sejarah baru dalam ajang lari lintas alam internasional Kerinci 100. Arief sukses menjadi peserta pertama yang mencapai puncak Gunung Kerinci (3.805 Mdpl) dengan waktu tempuh fantastis, yakni 3 jam 18 menit, Sabtu (4/4/2026).
Memulai start dari Lapangan M10 Kayu Aro, Arief berhasil mengungguli ratusan pelari elite lainnya yang datang dari 12 negara di Asia dan Eropa. Pencapaian ini tergolong ekstrem, mengingat pendakian normal menuju puncak tertinggi di Pulau Sumatera tersebut biasanya memakan waktu 10 hingga 12 jam.
Dominasi Atlet Lokal di Panggung Dunia
Bupati Kerinci, Monadi, didampingi Wakil Bupati H. Murison, melepas langsung (flag off) sebanyak 243 peserta yang terdiri dari 187 pelari domestik dan 56 pelari mancanegara. Monadi menegaskan bahwa keberhasilan Arief Wismoyono merupakan bukti bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di level dunia pada medan yang paling menantang sekalipun.
"Ini prestasi luar biasa. Kerinci 100 bukan sekadar lomba lari, tapi pembuktian bahwa alam Kerinci adalah sirkuit sport tourism terbaik di dunia. Kami bangga Arief bisa menunjukkan performa kelas dunia di sini," ujar Monadi saat memantau jalannya lomba di Kayu Aro.
Event ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, termasuk Rusia, Belanda, Jepang, Korea Selatan, hingga negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Kehadiran para pelari dunia ini sekaligus mengukuhkan posisi Kabupaten Kerinci sebagai destinasi unggulan pariwisata minat khusus.
Rute Magis Menanti di Hari Kedua
Meski rekor puncak telah dipecahkan, tantangan belum berakhir. Pada hari kedua besok, para peserta dijadwalkan akan melintasi rute-rute ikonik di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Jalur yang akan dilewati dikenal memiliki visual yang indah namun teknis yang sulit, seperti:
* Danau Gunung Tujuh: Danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara.
* Rawa Bento: Hamparan rawa tertinggi di Sumatera yang dijuluki "Amazon dari Jambi".
* Hutan Lindung TNKS: Medan hutan hujan tropis yang menjadi tantangan fisik berat bagi para pelari kategori ultra.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari sinergi Forkopimda Kabupaten Kerinci. Selain Bupati Monadi dan Wabup Murison, turut hadir memberikan dukungan penuh Ketua DPRD Irwandri, Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf. Eko Siswanto, serta Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil.
Pemerintah daerah berharap, melalui duet kepemimpinan Monadi-Murison, event Kerinci 100 akan menjadi agenda tahunan tetap yang masuk dalam kalender lari trail dunia (ITRA).
"Kami ingin dampak ekonomi dari event ini dirasakan langsung oleh warga, mulai dari penginapan hingga kuliner. Kerinci siap menyambut dunia," tutup Monadi.
(S boy)







