Korban diidentifikasi bernama Heri Ependi (39), warga Desa Purworejo, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Ia diamankan setelah diserahkan oleh massa bersama pihak desa atas dugaan tindak pidana pencabulan yang melibatkan anak di bawah umur. Namun, nyawanya justru melayang saat berada di bawah pengawasan ketat aparat yang seharusnya menjamin keselamatannya sebelum diadili.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan korban menghembuskan napas terakhirnya di area sel atau ruang tahanan. Namun, kronologi pasti, penyebab kematian, serta kondisi fisik jenazah saat ditemukan masih disembunyikan rapat-rapat dari publik.
Yang lebih memalukan dan memicu kemarahan adalah sikap tertutup total yang ditunjukkan oleh jajaran pimpinan Polres Labuhanbatu. Tim redaksi yang mencoba melakukan konfirmasi justru diperlakukan tidak profesional.
Saat ditanya melalui pesan WhatsApp, Kasat Reskrim, AKP Muhammad Jihad Fajar Balman, S.Tr.K., S.I.K.., hanya menjawab singkat " silahkan bg, ke humas ya bg utk dpt kronologi lengkap". Namun ketika dihubungi, Kasi Humas Polres Labuhanbatu, Iptu Arwin, S.H., justru diduga kuat memblokir nomor awak media. Pesan yang dikirim hanya bertanda centang satu, menandakan komunikasi diputus secara sepihak tanpa memberikan penjelasan sepotong pun.
Kepolisian yang "Menghilang" Saat Dimintai Pertanggungjawaban
Perilaku ini menimbulkan pertanyaan besar di benak publik: Apa yang sebenarnya sedang ditutup-tutupi?
Apakah kematian ini murni bunuh diri, atau ada kekerasan yang terjadi? Mengapa petugas pengawal lalai? Dan yang paling penting, mengapa institusi yang seharusnya transparan justru bersikap bak tersangka yang lari dari tanggung jawab?
Ketidaksiapan pihak Polres Labuhanbatu, termasuk Kapolres AKBP Wahyu sendiri, untuk memberikan keterangan resmi adalah bukti nyata kegagalan komunikasi dan pelayanan publik. Publik tidak bodoh, mereka tahu bahwa ketika polisi menutup mulut dan memblokir akses informasi, biasanya ada sesuatu yang busuk yang sedang disembunyikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian apakah jenazah akan dilakukan autopsi forensik untuk menguak penyebab kematian yang sebenarnya, atau apakah Propam akan turun tangan mengusut dugaan kelalaian petugas.
Masyarakat menuntut kejelasan. Kematian seorang tahanan bukan sekadar berita kriminal biasa, ini adalah kegagalan sistem keamanan di tempat yang seharusnya paling aman. Jangan biarkan kebenaran dikubur bersama jenazah, dan jangan biarkan oknum yang bertanggung jawab lepas begitu saja!
Home
› Daerah
› Dugaan Bunuh Diri
› Kasus Pencabulan
› labuhanbatu
› Mapolres Labuhanbatu
› Olah TKP
› Penyelidikan Kepolisian
› Peristiwa
› Propam Polri
› Rantauprapat
› Satreskrim Polres Labuhanbatu
› Sumatera Utara
› Tahanan Meninggal Dunia
Tahanan Kasus Pencabulan Tewas di Mapolres Labuhanbatu
Tahanan Kasus Pencabulan Tewas di Mapolres Labuhanbatu
Sabtu, 04 April 2026
Last Updated
2026-04-04T04:48:47Z
LABUHANBATU, Fakta62.Info-
Suasana mencekam dan penuh tanda tanya melingkupi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Labuhanbatu setelah seorang tahanan kasus berat tindak pidana pencabulan/perkosaan ditemukan meninggal dunia di dalam lingkungan kantor polisi. Kejadian ini terjadi pada Kamis, 2 April 2026, namun hingga hari ini, kebenaran masih diselimuti kabut tebal oleh pihak berwenang.
SY
Daerah
Dugaan Bunuh Diri
Kasus Pencabulan
labuhanbatu
Mapolres Labuhanbatu
Olah TKP
Penyelidikan Kepolisian
Peristiwa
Propam Polri
Rantauprapat
Satreskrim Polres Labuhanbatu
Sumatera Utara
Tahanan Meninggal Dunia
Selanjutnya
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
rullynovriyandi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Layanan Fakta62
Berita Viral
-
Kerinci, Fakta62.Info– Aroma penyalahgunaan wewenang di lingkungan birokrasi Pemerintah Kabupaten Kerinci kembali menjadi sorotan tajam. ...
-
KERINCI, FAKTA62.INFO– Integritas sistem administrasi pendidikan di Kabupaten Kerinci kini berada di titik nadir. Dinas Pendidikan (Disdi...
-
Gowa, Fakta62.info- Suasana penuh kebersamaan dan kepedulian terlihat di lingkungan Polres Gowa usai pelaksanaan apel pagi yang dipimpin...
-
LABUHANBATU, Fakta62.Info– Petugas SPBU Pertamina 14.214.221 kawasan Bulu Cina, Kecamatan Bilah Hulu, tertangkap basah dalam ak...




