SERDANG BEDAGAI, Fakta62.info-
Di balik peristiwa tragis kecelakaan lalu lintas di Jalan Belidaan yang merenggut nyawa seorang warga, muncul kisah kemanusiaan yang menyentuh hati masyarakat. Sosok sederhana bernama Buk Biyah, petugas kebersihan yang tergabung dalam “Pasukan Merah” Kabupaten Serdang Bedagai, menjadi simbol ketulusan dan keberanian di tengah suasana duka.
Dengan langkah penuh haru, keluarga korban yang diwakili Muhammad Yani Rangkuti mendatangi kediaman Buk Biyah di Sei Rampah untuk menyampaikan rasa terima kasih sekaligus menyerahkan bingkisan sembako sebagai bentuk penghormatan atas aksi kemanusiaannya saat musibah terjadi.
Muhammad Yani mengatakan, di saat banyak orang panik melihat mobil korban masuk ke sungai, Buk Biyah justru bergerak cepat tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Dengan pakaian kerja sederhananya, ia langsung membantu proses penyelamatan bersama warga lain yang berada di lokasi.
“Beliau ini orang sederhana, tetapi hatinya luar biasa besar. Kami sangat tersentuh melihat keberanian dan kepedulian Buk Biyah. Di tengah kepanikan, beliau hadir membantu tanpa mengenal siapa korban,” ujar Muhammad Yani.
Di mata warga sekitar, Buk Biyah memang dikenal sebagai pribadi pekerja keras, rendah hati, dan ramah terhadap siapa saja. Setiap hari ia menjalankan tugas sebagai petugas kebersihan dengan penuh tanggung jawab, menyapu dan menjaga kebersihan lingkungan tanpa pernah mengeluh.
Meski hidup dalam kesederhanaan, Buk Biyah memiliki jiwa sosial yang tinggi. Warga menyebut dirinya kerap membantu orang lain tanpa berharap imbalan. Karena itu, aksi heroiknya saat tragedi di Sungai Belidaan terjadi dianggap bukan hal mengejutkan bagi masyarakat yang mengenalnya.
“Buk Biyah memang dikenal baik dan peduli. Beliau bukan hanya membersihkan jalan, tapi juga punya hati yang bersih untuk menolong sesama,” ucap seorang warga.
Walaupun korban akhirnya tidak dapat diselamatkan, keluarga besar korban mengaku sangat terharu atas ketulusan yang ditunjukkan Buk Biyah. Mereka menilai tindakan tersebut menjadi bukti bahwa kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat.
Kisah Buk Biyah kini menjadi perbincangan hangat warga Sergai. Sosok perempuan sederhana dari “Pasukan Merah” itu dianggap sebagai contoh nyata bahwa pahlawan sejati tidak dilihat dari jabatan maupun kekayaan, melainkan dari keberanian, ketulusan, dan kepedulian terhadap sesama manusia.
Di tengah duka yang mendalam, kehadiran Buk Biyah menjadi cahaya kecil yang memberi kekuatan bagi keluarga korban serta menginspirasi banyak orang tentang arti kemanusiaan yang sesungguhnya.
By R. Nasution







