Home
› Computer Assisted Test
› KDKMP
› Kementerian Koperasi dan UKM
› Koperasi Desa
› Koperasi Desa Merah Putih
› Medan
› Rekrutmen Koperasi
› Seleksi CAT
› Seleksi Manajer Koperasi
› Sumatera Utara
› Ujian CAT
Seleksi Ujian Manajer Koperasi Merah Putih Berubah Jadi Undian Keberuntungan, Sistem CAT Rusak Proses Berantakan, Jauh dari Ukur Kompetensi
Seleksi Ujian Manajer Koperasi Merah Putih Berubah Jadi Undian Keberuntungan, Sistem CAT Rusak Proses Berantakan, Jauh dari Ukur Kompetensi
Sabtu, 09 Mei 2026
Last Updated
2026-05-09T02:30:44Z
Mimpi ribuan peserta yang ingin mengabdi memajukan ekonomi desa lewat seleksi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan (KDKMP) Merah Putih 2026 seakan pupus sudah. Alih-alih menjadi ajang penyaringan pemimpin berkualitas, proses seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) ini justru berubah menjadi tontonan memalukan penuh kekacauan teknis, metode yang tidak masuk akal, dan jauh dari ukur kemampuan nyata. Banyak yang menilai, ujian ini bukan mencari orang cerdas, melainkan hanya mencari orang yang beruntung.
Keluhan meledak dari berbagai daerah, semuanya menunjuk satu hal, sistem yang dipakai rusak total dan sangat merugikan. Masalah paling serius yang membuat darah mendidih para peserta adalah fitur jawaban yang berubah sendiri secara ajaib. Banyak peserta bersaksi, jawaban yang sudah dipilih dan disimpan dengan benar, tiba-tiba berganti saat aplikasi macet atau mengalami error. Pertanyaan besar pun muncul, bagaimana mungkin hasil ujian dianggap sah dan akurat, kalau sistemnya sendiri tidak mampu menjaga data yang diinput peserta, Ini bukan ujian kemampuan, tapi ujian nasib.
Belum selesai dengan masalah itu, gangguan teknis datang bertubi-tubi. Mulai dari aplikasi yang lemot parah, layar yang membeku, sinyal yang hilang sepihak, hingga tombol pilihan yang tidak mau diklik. Konsentrasi hancur lebur. Yang lebih menyakitkan lagi, para pengawas di lokasi sama sekali tidak punya solusi. Alih-alih memperbaiki keadaan atau memberi penggantian waktu, mereka hanya menyuruh peserta lanjut saja seolah tidak ada yang salah. Padahal jelas, gangguan itu langsung mematikan peluang peserta meraih nilai baik.
Pukulan telak datang dari aturan waktu yang dinilai sangat tidak manusiawi dan tidak relevan sama sekali. Bayangkan peserta hanya diberi waktu sekitar 7 menit untuk mengerjakan 20 sampai 50 soal sekaligus. Ini adalah tes kemampuan manajerial, yang seharusnya menguji cara berpikir, analisis masalah, dan pengambilan keputusan hal yang butuh waktu untuk dipikirkan matang-matang. Tapi dengan waktu secepat kilat itu, ujian ini sama sekali tidak menguji kepintaran, melainkan hanya menguji secepat apa tangan bergerak asal pilih jawaban.
“Ini sama sekali bukan perekrutan calon manajer profesional, rasanya persis seperti ikut undian atau mengandalkan keberuntungan. Sejago apa pun Anda, secerdas apa pun Anda, kalau sistemnya abal-abal begini, hasilnya pasti gagal. Saya curiga besar ada permainan di balik proses ini,” tegas SR (34), salah satu peserta yang mengaku sangat kecewa dan merasa waktu serta usahanya sia-sia.
Di tengah badai protes yang makin menggunung, pernyataan resmi dari Kementerian Koperasi dan UKM justru terdengar makin menusuk hati. Pihak kementerian hanya berkilah bahwa seleksi tetap menjunjung prinsip adil dan bebas titipan. Pernyataan itu terasa hambar dan seperti menutup mata dari kenyataan pahit di lapangan. Keadilan tidak cukup hanya dengan bebas titipan. Keadilan butuh sistem yang berfungsi, proses yang layak, dan cara ujian yang sesuai dengan tujuannya. Selama hal-hal dasar itu diabaikan, klaim keadilan hanyalah kata-kata kosong belaka.
Masyarakat pun kini bertanya-tanya dengan nada sinis, apakah mungkin pemerintah berharap punya manajer koperasi yang andal, jika cara mencarinya saja dikerjakan asal jadi, sistemnya rusak parah, dan metodenya meleset jauh dari sasaran. Ujian ini tidak hanya mengecewakan ribuan orang yang sudah bersiap mati-matian, tapi juga merampas kesempatan koperasi desa mendapatkan pemimpin yang benar-benar paham cara mengelola ekonomi rakyat.
Sudah saatnya proses ini dihentikan dan ditinjau ulang total. Sistem harus diperbaiki dari nol, metode diubah agar sesuai kompetensi, dan semua kecacatan ini dipertanggung jawabkan. Selama masih dipakai cara ujian yang sekarang, jangan harap lahir manajer hebat yang lahir hanya kekecewaan dan kecurigaan publik bahwa ada permainan kotor di balik layar.
Sy
Computer Assisted Test
KDKMP
Kementerian Koperasi dan UKM
Koperasi Desa
Koperasi Desa Merah Putih
Medan
Rekrutmen Koperasi
Seleksi CAT
Seleksi Manajer Koperasi
Sumatera Utara
Ujian CAT
Selanjutnya
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
rullynovriyandi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
🌐
Jaringan Media INDOMETRO
Network Media Indometro Grup
25 MEDIA
IM
Indometro.net
Nasional
AKTIF
02
Indometro.id
Nasional
AKTIF
03
Indometro Law
Hukum
AKTIF
04
Grow Media Indonesia
Nasional
AKTIF
05
Jurnalisme
Nasional
AKTIF
06
Jejak Kriminal
Kriminal
AKTIF
07
Fakta62
Fakta
AKTIF
08
Ops Jurnal
Nasional
AKTIF
09
Raimas86
Nasional
AKTIF
10
Chans Media
Nasional
AKTIF
11
Peristiwa24
Peristiwa
AKTIF
12
Pena Medan
Nasional
AKTIF
13
Lintas Nusantara
Nasional
AKTIF
14
Lintas Peristiwa
Nasional
AKTIF
15
Liputan62
Nasional
AKTIF
16
Ungkap Fakta
Nasional
AKTIF
17
Harian62
Nasional
AKTIF
18
Pena Kita
Nasional
AKTIF
19
Sergap24
Nasional
AKTIF
20
Sergap86
Nasional
AKTIF
21
Investigasi
Nasional
AKTIF
22
Orbit News
Nasional
AKTIF
23
Mitra 24 Jam
Nasional
AKTIF
24
1 Detik
Nasional
AKTIF
25
Liga Peristiwa
Nasional
AKTIF
26
IDM News
Nasional
AKTIF
INDOMETRO Grup • Jaringan Media Indonesia
Akurat • Faktual • Realistis
Akurat • Faktual • Realistis
📰 KIRIM BERITA WARGA
Punya informasi atau kejadian menarik? Kirim ke Redaksi Fakta62.info
*Setiap informasi akan melalui proses verifikasi redaksi sebelum dipublikasikan.
🤖 F62 AI Assistant
Asisten Berita Fakta62.info
Asisten Berita Fakta62.info
Halo 👋
Saya Asisten Fakta62.info.
Silakan pilih layanan:
Saya Asisten Fakta62.info.
Silakan pilih layanan:
📰
LAYANAN FAKTA62.INFO
Temukan berbagai layanan media, publikasi, kemitraan dan kebutuhan digital Anda.
Powered by Fakta62.info
Berita Viral
-
Duduk Perkara Panasnya Paripurna DPRD Jambi: Kerinci Raih 81 Ribu Suara, Tapi Diabaikan di APBD 2026JAMBI, Fakta62.info- Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi mendadak memanas pada Jumat (11/9/2026). Agenda ...
-
KERINCI, Fakta62.info- Aktivitas pengerjaan proyek pembangunan dan renovasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kerinci di kawasan B...
-
Katingan, Fakta62.info- Dewan Pengurus Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Kesetaraan Bersama LBH GKB Kabupaten Katingan menjatuhkan sanksi tegas ...
-
KERINCI, Fakta62.info- Pengamat Politik dan Ilmu Pemerintahan dari Universitas Jambi, Citra Darminto, S.IP., M.MP. , menyoroti dinamika hu...



