Diduga permainan dalam penyaluran mbg disekolah dasar negeri 02 pasar muara dua terungkap, pembagian mbg yang diduga fiktif tidak sesuai data siswa hadir aktif berkegiatan belajar disekolah.
pembagian jatah makan bergizi gratis( mbg ) yang diduga fiktif ini sebagian besar diperuntukkan kepada siswa kelas 6 sd yang sudah tidak lagi mengikuti proses pembelajaran usai ujian akhir semester.
dalam temuan team media dilapangan saat melakukan pantauan langsung ke sekolah. kepala sekolah sdn02 pasar muara dua berdalih bahwa pengajuan jatah mbg tetap mengacu pada jumlah siswa yang terdaftar didata dapodik,
“kami menerima sesuai dengan jumlah siswa yang terdaftar disekolahan kami, perihal pembagian itu langsung dibagikan oleh petugas mbg” elak supina azeryana selaku kepala sekolah.
hal ini justru menjadi pertanyaan, siapakah yang akan menikmati hidangan jika siswa yang tidak lagi belajar plus siswa yang berhalangan hadir tidak mengikuti jam sekolah?
data siswa sdn 02 pasar muaradua tahun ajaran 2025/2026 menampung 258 siswa aktif untuk tahun ajaran diantaranya 38 siswa kelas 6 yang tidak lagi mengikuti proses pembelajaran rutin terhitung mulai 2 juni 2026, namun pada data dapodik tercatat jumlah siswa sebanyak 216 siswa hingga terjadi selisih data sebanyak 42 siswa data fiktif.
Terkait pengajuan penerima jatah MBG di SDN 02 Pasar muaradua nama siswa yang tidak mengikuti belajar sekolah karena telah libur sekolah usai ujian akhir semester kelas 6 sebanyak 38 siswa tersebut masih dicatut menikmati jatah mbg 10/06/2026
“jatah mbg khusus kelas 6 itu dijemput langsung oleh muridnya, namun jumlahnya memang tidak sebanyak jumlah yang dicatut (38 siswa) ” elaknya supina.
demikian halnya petugas yang membagikan mbg atau person in charge (pic) yang membagikan langsung makanan kepada siswa mengaku tidak mengetahui aturan terbaru dari kepala badan MBG nasional perihal ditiadakannya jatah makan begizi gratis bagi siswa yang tidak mengikuti kegiatan belajar.
kuat dugaan bahwa adanya mark-up data penerima makanan bergizi gratis oleh sekolah untuk siswa yang tidak mengikuti proses belajar.
Humas SPPG marissa mengatakan ia hanya mengantar makanan ke SDN 02 muara dua tersebut sesuai pengajuan data dari sekolah yang disampaikan setiap jumat akhir pekan.
“tugas kami hanya mengantar sesuai permintaan sekolah, terkait jumlah siswa yang diduga fiktif yang diajukan pihak sekolah kami tidak mengetahui hal tersebut “ ujarnya 13/06/2026
Ia manambahkan bahwa pertanggal 10/06/2026 pihak sekolah telah mengurangi jatah penerima di SDN 02 muara dua.
Kuat dugaan pengurangan data siswa penerima mamfaat dilakukan kepala sekolah usai tim media melakukan investigasi terkait dugaan mark-up pengajuan jumlah siswa.
kepada pihak terkait dalam pengawasan mutu dan distribusi serta aparat penegak hukum menindaklanjuti temuan yang merugikan masyarakat.
merujuk surat edaran terbaru badan nasinal mbg nasional
nomor 8 tahun 2026 tentang pendistribusian dan penyajian makanan dalam program makan bergizi ggrati pada ketentuan isi surat edaran point e nomor 1 berbunyi :
“pendistribusian mbg pada kelompok peserta didik diberikan pada 5 (lima) hari sekolah (senin-jumat) dimana peserta didik hadir di sekolah/tempat berkumpul melaksanakan kegiatan belajar”
masyarakat berharap para pelaku yang melakukan penyalahgunaan wewenang pengelembungan data fiktif pembagian makan bergizi gratis (mbg) hingga merugikan negara dapat di berikan sangsi sesuai aturan yang berlaku, agar kejadian serupa tidak terulang.
kepada pihak yang bertindak dalam pengawasan penyaluran dan pendistribusian mbg agar lebih proaktif dalam memantau kinerja penyaluran agar tepat sasaran.(andi)






