KERINCI,FAKTA62.INFO – Pemerintah Kabupaten Kerinci secara resmi membuka Pelatihan, Pembekalan, dan Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) Tingkat Terampil Kabupaten Kerinci Tahun 2026. Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi, di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci pada Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama enam hari hingga 27 Juni 2026 ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mendongkrak kompetensi dan profesionalisme pekerja konstruksi lokal agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kerinci selaku Ketua Pelaksana, Ir. Maya Novefri Handayani, ST, menyampaikan bahwa agenda ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan SDM konstruksi yang tersertifikasi sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
Maya memaparkan, sepanjang periode 2021 hingga 2025, Dinas PUPR Kerinci telah melatih sebanyak 954 peserta dari 22 jabatan kerja untuk jenjang 1 sampai 6. Pada tahun anggaran 2026 ini, program kembali bergulir melalui kolaborasi dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang dengan melibatkan 220 orang peserta.
"Pelatihan tahun ini mencakup tujuh bidang kompetensi vital, mulai dari Tukang Bata, Tukang Besi Beton, Operator Excavator, hingga Teknisi Laboratorium Beton Aspal. Kami ingin memastikan seluruh proyek pembangunan di Kabupaten Kerinci dikerjakan dengan standar mutu yang tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Maya Novefri di Kerinci, Senin.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pekerja ini diharapkan dapat mengakselerasi pembangunan infrastruktur fisik di daerah, terutama dalam mendukung sektor pertanian dan program swasembada pangan yang menjadi prioritas wilayah Kabupaten Kerinci.
Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa sektor konstruksi merupakan salah satu pilar strategis dalam roda pembangunan daerah. Kebutuhan fasilitas publik seperti jalan, jembatan, irigasi, dan gedung tidak hanya menuntut perencanaan yang matang, tetapi juga eksekusi lapangan dari tenaga kerja yang andal.
"Sertifikat kompetensi ini bukan sekadar dokumen administratif atau formalitas di atas kertas untuk memenuhi syarat kontrak kerja. Ini adalah pengakuan resmi negara atas keterampilan, pengetahuan, dan profesionalisme pekerja yang bersangkutan sesuai dengan standar nasional," tegas Monadi.
Beliau juga mengingatkan kepada seluruh peserta agar tidak sekadar mengejar status kelulusan berupa lembar sertifikat di akhir masa pelatihan, melainkan benar-benar menyerap esensi dari pelatihan tersebut untuk diimplementasikan di lapangan.
"Jadikan proses sertifikasi ini sebagai momentum meningkatkan integritas profesi. Manfaatkan waktu ini untuk menyerap ilmu, meningkatkan keterampilan teknis, serta memahami budaya kerja baru yang mengutamakan kualitas tinggi dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)," tutur Monadi.
Lebih lanjut, Monadi berharap lewat sinergi berkelanjutan ini, kontraktor lokal tidak lagi kesulitan mencari tenaga ahli bersertifikat dari luar daerah, karena kebutuhan tersebut sudah mampu dipasok oleh tenaga kerja lokal Kabupaten Kerinci sendiri.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang, Ir. Soeryadi, ST, MT, IPU, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci atas komitmen dan konsistensi yang ditunjukkan dalam melakukan pembinaan terhadap tenaga kerja lokal dari tahun ke tahun.
"Kami sangat mengapresiasi gerak cepat dan komitmen berkelanjutan dari Pemkab Kerinci dan Dinas PUPR. Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan agar target penguatan instruktur dan pekerja terampil domestik dapat tercapai secara merata," ujar Soeryadi.
Soeryadi juga memotivasi seluruh peserta untuk serius mengikuti seluruh rangkaian kelas teori dan ujian praktik, agar ilmu serta pengakuan kompetensi yang didapat bisa langsung diimplementasikan secara nyata di berbagai proyek lapangan.
Acara pembukaan tersebut kemudian diresmikan secara simbolis dengan pembacaan basmalah oleh Bupati Monadi, dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta pelatihan. Melalui program terintegrasi ini, Kabupaten Kerinci ditargetkan mampu mencetak tenaga kerja konstruksi yang andal, profesional, dan berdaya saing tinggi demi mewujudkan infrastruktur daerah yang berkualitas, aman, serta berkelanjutan.
(Sandra boy)







