Musibah laut kembali mengguncang perairan utara Kabupaten Tegal. Kapal Motor (KM) Anugerah Laut 3 dilaporkan terbalik setelah dihantam gelombang tinggi di perairan sekitar 13,68 mil dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari, Kota Tegal.
Akibat insiden tersebut, 13 awak kapal berhasil diselamatkan, sementara dua orang hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian terdapat 15 orang berada di atas kapal. Mereka terdiri dari 12 Anak Buah Kapal (ABK) KM Anugerah Laut 3 serta 3 ABK penumpang yang menumpang untuk menuju kapal lain di tengah laut.
Insiden bermula ketika gelombang tinggi menghantam sisi kiri kapal hingga menyebabkan lambung kapal kemasukan air. Dalam waktu singkat kapal kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik.
Di tengah situasi darurat, seluruh awak kapal berupaya menyelamatkan diri dengan memanjat dan bertahan di atas lunas kapal yang masih mengapung.
Upaya mereka membuahkan hasil ketika KM Berkah Pangestu GT 6 yang melintas di lokasi segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi para korban.
Sebanyak 13 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan selanjutnya dibawa menuju PPN Tegalsari. Korban yang selamat terdiri dari 10 ABK KM Anugerah Laut 3 dan 3 ABK penumpang.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Riswanto, membenarkan peristiwa tersebut.
"Alhamdulillah, 13 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Para korban bertahan di atas lunas kapal hingga akhirnya ditemukan kapal nelayan yang melintas," ujar Riswanto.
Namun, hingga berita ini diturunkan, dua awak kapal masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan.
Kedua korban yang masih dinyatakan hilang adalah:
Nurohman, nahkoda KM Anugerah Laut 3, warga Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.
Suyatno, koki kapal, warga Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.
Proses pencarian terhadap kedua korban terus diupayakan dengan melibatkan unsur nelayan serta pihak terkait. Kondisi cuaca dan gelombang di lokasi kejadian menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas pelayaran di tengah cuaca laut yang tidak bersahabat. Para nelayan diimbau untuk selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca serta mengutamakan keselamatan sebelum melaut.





