HALMAHERA SELATAN, Fakta62.info-
Masyarakat Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, mengaku resah menyusul ditemukannya sejumlah ikan mati di perairan sekitar pesisir yang diduga berkaitan dengan limbah perusahaan." Sabtu, (1/8/2026)
Selain kematian ikan, warga juga mengaku melihat perubahan warna air laut menjadi hijau pekat di beberapa titik. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena dinilai dapat mengancam ekosistem laut, mata pencaharian nelayan, serta kesehatan lingkungan.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kualitas air serta menyelidiki penyebab pasti kematian ikan tersebut.
"Masyarakat meminta ada tindakan cepat agar persoalan ini tidak terus berlanjut dan merugikan warga pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut," ujar salah seorang warga.
Warga juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Selatan, DLH Provinsi Maluku Utara, serta pihak berwenang lainnya untuk mengambil sampel air dan melakukan uji laboratorium guna memastikan apakah terdapat pencemaran yang menjadi penyebab matinya ikan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari perusahaan yang diduga terkait maupun hasil pemeriksaan dari instansi berwenang mengenai penyebab kematian ikan tersebut. Oleh karena itu, dugaan yang disampaikan masyarakat masih menunggu pembuktian melalui investigasi dan hasil uji resmi dari pihak berwenang.
Wartawan Aby Pers
Editor Said Pers





