Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Way Kanan, Jumadi, A.Md.IP, S.H, M.H, bersama Anggota DPRD Way Kanan dari Fraksi Nasdem, Elyas Yusman. Panen kali ini turut melibatkan narapidana yang sedang mengikuti program pembinaan di bidang pertanian.
Kalapas Jumadi menjelaskan, panen raya jagung menjadi wujud nyata komitmen lembaga pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Keberhasilan panen ini adalah hasil kerja sama antara petugas dan warga binaan. Program ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat, sehingga narapidana memiliki keterampilan pertanian yang dapat digunakan setelah kembali ke masyarakat," jelas Jumadi.
Panen dilakukan di lahan seluas 1 hektare dengan hasil mencapai sekitar 500 kilogram jagung. Selain jagung, lahan juga ditanami kacang tanah dan singkong. Hasil panen dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan internal Lapas dan sebagian akan dijual untuk menambah penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Meski berjalan lancar, program pertanian Lapas Way Kanan masih terkendala cuaca dan ketersediaan air. Jika sarana air terpenuhi, panen jagung ditargetkan bisa dilakukan dua kali dalam setahun.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Way Kanan, Elyas Yusman menyampaikan apresiasi atas pemanfaatan lahan yang dilakukan Lapas. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan.
"Untuk membantu keberlanjutan program, saya akan memberikan bantuan berupa satu sumur bor melalui dana aspirasi. Harapannya, kendala kekurangan air dapat teratasi," ujar Elyas.
Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan pertanian di Lapas Way Kanan juga menjadi bagian dari pembinaan narapidana agar tetap produktif. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi ketahanan pangan nasional maupun bagi kemandirian narapidana setelah bebas nanti.