Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan satu unit mobil Daihatsu Xenia terjadi di bawah Tower Pemancar Tareran, tepatnya di area tempat pembuangan sampah Desa Rumoong Atas Dua, Kecamatan Tareran, Rabu (11/02/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.
Mobil tersebut dikendarai oleh AR (29) bersama rekannya RT (29) alias Rendy, keduanya merupakan warga Motoling Dua Jaga 6. Kendaraan yang datang dari arah Tondano menuju Motoling, Minahasa Selatan, diduga hilang kendali hingga oleng dan terperosok ke jurang dengan kedalaman kurang lebih 40 meter.
Proses evakuasi korban berlangsung dramatis hampir dua jam. Medan yang curam, licin, serta cuaca hujan menjadi kendala utama tim gabungan yang terdiri dari warga setempat, Kepolisian Sektor Tareran, dan Basarnas Kabupaten Minahasa Selatan.
Salah satu saksi di lokasi kejadian, Bapak Eka Putra, menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak.
“Terima kasih kepada semua warga, juga kepolisian serta Basarnas. Bersama-sama kami bisa mengevakuasi korban luka yang diperkirakan mengalami patah tulang,” ungkapnya kepada wartawan di lokasi kejadian.
Menurut informasi yang dihimpun, setelah mobil terjun ke jurang, pengemudi AR yang masih mampu berjalan diminta oleh RT untuk naik ke jalan guna mencari bantuan. Beberapa saat kemudian warga berdatangan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Korban RT yang mengalami luka cukup serius akhirnya berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke RS Kalooran Amurang untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara AR dilaporkan selamat dengan luka ringan.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Warga diimbau tetap berhati-hati saat melintas di jalur tersebut, terlebih dalam kondisi hujan dan malam hari.
(Britmi)






