Sumber warga menuturkan sebelum adanya razia besar besaran Richard tetap beroperasi dilokasi tersebut , bahkan disebut telah melakukan aktivitas Merapin patokan di area yang berada di sebelah lokasi milik haji Ton.
Richard diketahui bekerja sama (join) dengan seorang rekannya bernama Yoi warga Lubuk Besar , namun setelah razia udara mengunakan Helikopter dilakukan oleh tim satgas penertiban kawasan hutan dan pertambangan ( satgas PKH ) seluruh alat yang berada dilokasi , mulai dari alat berat, mesin , pipa , hingga drum telah disita petugas.
Namun temuan baru warga menyebutkan bahwa dua unit alat berat Liugong milik Richard & Yoi belum tersentuh , karena di sembunyikan jauh kedalam hutan kawasan Merapin .
Publik kini mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas , di mohon satgas PKH dan Kejati Bangka Belitung segera menelusuri jejak jejaring tambang timah ilegal yang melibatkan Richard & Yoi ini sampai tuntas , aktivitas tersembunyi seperti menyembunyikan alat berat menjadi indikasi kuat adanya upaya menghilangkan barang bukti .
Tim investigasi Fakta62 & jurnalisme info akan terus memantau dan mengikuti perkembangan kasus ini di lapangan .
Fakta62 ( Toro )





