Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


Putra Agung dan Agustina Rochyanti Hadir sebagai Pemateri Lokakarya “Manajemen Pertunjukan Berbasis Budaya Lokal"

Yuswantoro, S. H
Sabtu, 29 November 2025
Last Updated 2025-11-29T14:35:19Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN KEGIATAN ANDA/ORGANISASI/POLITIK DILIPUT??



Blambangan Umpu, Fakta+62-– Dua tokoh penting dalam dunia seni pertunjukan Indonesia, Putra Agung dan Agustina Rochyanti, hadir sebagai pemateri utama dalam kegiatan Lokakarya Manajemen Pertunjukan Berbasis Budaya Lokal, yang di selenggarakan oleh Arno sebagai salah satu pelaku seni dan pengamat budaya lokal yangendapatkan program dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Provinsi Bengkulu dan Lampung melalui Program Fasilitasi Kebudayaan Tahap II. Kegiatan berlangsung pada 28–29 November 2025 di Nuwa Adat, Blambangan Umpu.


Putra Agung: Penguatan Manajemen Kru dan Produksi Pertunjukan


Sebagai produser seni pertunjukan yang berpengalaman dalam berbagai produksi teater, tari, dan festival, Putra Agung membawakan materi mengenai struktur kru, teknis panggung, serta alur kerja produksi.

Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya disiplin kerja, komunikasi antar-departemen, serta kemampuan membaca kebutuhan teknis sebuah pertunjukan berbasis potensi daerah.


“Pertunjukan yang baik tidak hanya bergantung pada seniman, tetapi pada manajemen kru yang bekerja rapi dan saling memahami tugas,” ujar Putra Agung dalam sesi materinya.


Kehadiran Putra Agung diharapkan dapat memperkuat kapasitas para pelaku seni daerah dalam membangun sistem produksi yang profesional namun tetap adaptif dengan kondisi lokal.


Agustina Rochyanti: Kuratorial dan Manajemen Festival Budaya


Sementara itu, Agustina Rochyanti, kurator sekaligus Ketua Umum Aseti Nasional, menyampaikan materi tentang kuratorial pertunjukan, penyusunan konsep festival, serta strategi pengembangan program budaya lokal.

Ia menjelaskan bagaimana sebuah festival atau pertunjukan harus memiliki kerangka pemikiran yang kuat, riset budaya yang tepat, serta pendekatan yang melibatkan masyarakat.


“Manajemen pertunjukan dan festival tidak bisa dilepaskan dari konteks budaya tempat ia tumbuh. Kuratorial yang baik harus mampu membaca kebutuhan masyarakat dan memunculkan narasi budaya yang relevan,” jelas Agustina.


Materi dari Agustina memberikan wawasan baru bagi peserta tentang bagaimana seni dapat menjadi ruang temu budaya yang berkelanjutan, bukan hanya acara sesaat.


Penguatan Kapasitas Pelaku Seni Daerah


Lokakarya ini menjadi ruang pembelajaran bagi para pegiat seni, komunitas budaya, hingga pengelola ruang pertunjukan di Way Kanan dan sekitarnya.

Selain materi dari kedua pemateri utama, kegiatan ini juga menghadirkan Dian Anggraini, koreografer dan Ketua Aseti Lampung, sebagai pemantik diskusi.


Peserta mengikuti rangkaian materi selama dua hari, mulai pukul 09.00 hingga 15.30 WIB, dengan fasilitas sertifikat, kaos, serta pendaftaran gratis.


Kegiatan ini diharapkan memperkuat ekosistem pertunjukan berbasis budaya lokal serta membuka peluang kolaborasi antara seniman, komunitas, dan pemangku kebijakan.


Dari Hasil materi ini peserta di bagi bebrapa kelompok untuk mulai memetakan kendala,dan urgency terkait kesenian dan kebudayaan..  Yang menjadi kesepakatan bersama oleh stekholder baik dari Instansi pemerintah, pelakuseni, pegiatbudaya, guru bahasa daerah dan beberpa unsur lainnya.. Sehingga mempercepat upaya pemajuan kesenian dan kebudayaan yang ada di way kanan

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan