Kerinci, Fakta62.Info–
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci secara resmi menetapkan status kesiapsiagaan darurat (waspada) menyikapi prakiraan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG memprediksi curah hujan intensitas sedang hingga lebat akan terus mengguyur wilayah Kerinci hingga 29 November, meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
Investigasi Lapangan: Fakta 62 Info Konfirmasi Kenaikan Debit Sungai Kritis
Kewaspadaan ini didukung oleh verifikasi langsung di lapangan. Setelah menerima informasi dari sumber terpercaya dan memantau media sosial, tim wartawan Fakta 62 Info langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi debit air.
Hasil investigasi mengkonfirmasi bahwa volume air dari hulu di kawasan Gunung Kerinci telah melonjak drastis, mengalir cepat, dan saat ini mendekati batas kritis luapan Sungai Batang Merao. Kondisi ini menjadi sinyal bahaya serius terhadap kawasan permukiman di dataran rendah.
Saat dikonfirmasi wartawan Fakta 62 Info, Kepala BPBD Kabupaten Kerinci, Dedi Andrizal, S.E., M.Si, menghimbau masyarakat, terutama yang berlokasi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Merao dan area rawan, untuk segera mengaktifkan rencana kesiapsiagaan dan menentukan jalur evakuasi mandiri.
"Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kerinci agar selalu siaga dan memantau setiap perubahan debit air, terutama saat hujan deras berlangsung tanpa henti. Curah hujan tinggi yang terjadi secara persisten ini merupakan pemicu utama bencana banjir dan pergerakan tanah," ujar Dedi Andrizal.
Sembilan Kecamatan Jadi Prioritas Tinggi BPBD
BPBD Kerinci telah memetakan sembilan wilayah kecamatan dengan risiko tertinggi, yang menjadi fokus utama dalam peningkatan kewaspadaan:
1.Kecamatan Bukit Kerman
2.Kecamatan Air Hangat Barat
3.Kecamatan Air Hangat Timur
4.Kecamatan Batang Merangin
5.Kecamatan Danau Kerinci
6.Kecamatan Gunung Kerinci
7.Kecamatan Kayu Aro Barat
8.Kecamatan Sitinjau Laut
9.Kecamatan Sulak Mukai
Imbauan Mitigasi dan Respons Cepat
Dedi Andrizal juga menekankan peran masyarakat dalam mitigasi non-struktural: "Kami meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan saluran drainase. Penyumbatan yang ditimbulkan sampah secara substansial dapat mempercepat dan memperparah dampak banjir. Kerja sama dalam menjaga kebersihan lingkungan air sangat kami harapkan," tambahnya.
BPBD Kerinci menginstruksikan warga agar secara aktif memantau informasi resmi cuaca dari kanal BMKG dan segera melaporkan setiap indikasi ancaman atau kondisi darurat kepada aparat berwenang demi menjamin respons cepat.
(S boy)








