Pangkep, Fakta62.info-
Selama kurang lebih empat tahun menjabat sebagai Kepala Desa Bowong Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), H. Maruseng menyampaikan bahwa pembangunan di desanya terus menunjukkan hasil yang nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(12/1/2026).
“Alhamdulillah, pembangunan di Desa Bowong Cindea sangat kelihatan. Kami sudah membangun jembatan beton sebanyak dua hingga tiga unit, termasuk jalan tani sepanjang kurang lebih dua kilometer,” ujar H. Maruseng saat ditemui.
Ia menjelaskan, seluruh program pembangunan desa dilaksanakan sesuai dengan anggaran dan aturan yang berlaku, mengingat Dana Desa memiliki peruntukan yang telah diatur, mulai dari ketahanan pangan, penanganan stunting, hingga sektor kesehatan.
“Kalau pembangunan fisik berkurang, itu bukan karena tidak dikerjakan, tetapi karena anggaran harus disesuaikan dengan regulasi. Semua sudah ada aturannya,” jelasnya.
Terbuka dan Libatkan Masyarakat H. Maruseng menegaskan bahwa pemerintah desa selalu terbuka kepada masyarakat, khususnya dalam perencanaan pembangunan. Hal tersebut dibuktikan dengan pelaksanaan musyawarah desa (Musdes) terkait program yang akan dilaksanakan.
“Kami sudah sampaikan ke masyarakat, jangan terlalu banyak usulan. Mana yang kita sepakati untuk dikerjakan sekarang, itu yang kita fokuskan,” tegasnya. Koperasi Merah Putih untuk Penguatan Ekonomi.
Terkait penguatan ekonomi masyarakat, Desa Bowong Cindea telah membentuk Koperasi Merah Putih. Menurut H. Maruseng, koperasi ini diharapkan menjadi penopang ekonomi warga, termasuk kelompok tani.
“Kalau koperasi sudah berdiri, ada peluang anggaran sekitar 5,4 persen dari perusahaan. Ini janji dari pemerintah, dan mudah-mudahan bisa berjalan lancar,” katanya.
Untuk menjadi anggota koperasi, masyarakat diwajibkan mendaftar dengan simpanan pokok Rp100.000 dan simpanan wajib Rp25.000 per bulan. Sistem koperasi akan menerapkan bagi hasil keuntungan kepada seluruh anggota.
“Saat ini anggota sudah hampir 100 orang, termasuk perangkat desa. Ke depan akan bertambah setelah gedung koperasi selesai dibangun,” tambahnya.
Gedung Koperasi dan Peran Pengawasan
Pembangunan gedung koperasi bukan merupakan tanggung jawab langsung pemerintah desa. Desa hanya menyiapkan lahan, sementara pembangunan dan pengawasan dilakukan oleh pihak luar, termasuk tim pengawas dari Kodim.
“Kami hanya menyiapkan lahan. Pengawasannya bukan dari desa, tapi dari tim yang sudah ditunjuk,” jelasnya.
Penurunan Angka Kemiskinan dan Bantuan Sosial
Dalam aspek kesejahteraan sosial, H. Maruseng menyebutkan bahwa angka kemiskinan di Desa Bowong Cindea mengalami penurunan. Penyaluran bantuan sosial juga dilakukan secara selektif dan tepat sasaran.
“Penerima bantuan beras dan minyak kemarin lebih dari 400 orang. Untuk BP, kami tetapkan 22 orang, ditambah 6 orang lainnya setelah disesuaikan dengan kondisi dan anggaran,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa setiap penerima bantuan telah melalui proses verifikasi agar benar-benar layak menerima.
Komitmen untuk Masyarakat
Menutup keterangannya, H. Maruseng berharap selama masa jabatannya tidak ada kendala berarti dalam pelayanan dan pembangunan desa.
“Insya Allah, selama saya menjabat tidak ada kendala untuk masyarakat. Semua kami lakukan demi kepentingan warga Desa Bowong Cindea,” pungkasnya.
Reporter"(Kul indah)





