Pada pendistribusian perdana di tahun 2026 ini, SPPG Ramsai menyasar 16 sekolah dan 5 posyandu yang tersebar di wilayah Kecamatan Way Tuba.
Kepala SPPG Ramsai, Adie Nurjana, menyampaikan rasa syukur atas berlanjutnya program strategis ini. Menurutnya, MBG merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.
"Program ini adalah upaya mendukung tumbuh kembang anak-anak agar menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Kami berkomitmen memastikan seluruh proses, mulai dari penyediaan hingga distribusi, memenuhi standar kualitas, kebersihan, dan ketepatan sasaran," ujar Adie.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, pihak sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang telah menyukseskan jalannya program ini di lapangan. Adie berharap program MBG dapat terus berkelanjutan demi kesejahteraan gizi masyarakat Way Kanan.
Antusiasme Siswa dan Menu Khas Lampung
Suasana penuh semangat terlihat di satuan pendidikan. Salah seorang guru PAUD sekaligus istri dari Kepala Kampung Ramsai yaitu Sisilia Ratih Dewi, mengungkapkan betapa dinantikannya kehadiran mobil distribusi MBG setelah masa libur sekolah berakhir.
"Anak-anak sangat antusias menunggu kedatangan mobil MBG. Hari ini adalah distribusi pertama, dan menu yang disajikan sangat spesial, yaitu Pindang Patin khas Lampung. Alhamdulillah, semua siswa sangat menyukainya. Terima kasih SPPG Ramsai," ungkapnya.
Kehadiran menu lokal seperti Pindang Patin ini tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada para siswa sejak dini.






