Danpos Basarnas Minsel, Steven Lumowa, mengungkapkan bahwa begitu menerima laporan dari warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, pihaknya langsung bergerak tanpa menunda waktu.
“Setiap tetes keringat adalah harapan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan,” ujar Steven Lumowa.
Ia menjelaskan, setelah mendapatkan informasi dari warga Desa Rumoong Atas Dua, dirinya bersama tim Basarnas Minsel dengan perlengkapan lengkap segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan persiapan alat evakuasi dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengevakuasi korban.
Proses evakuasi berlangsung cukup menantang bersama warga dan pihak kepolisian. Medan yang curam, licin, serta cuaca buruk menjadi hambatan utama bagi tim di lapangan. Meski demikian, berkat kerja sama dan profesionalisme tim, dalam waktu kurang lebih 1 jam, satu orang korban berhasil dievakuasi dengan selamat.
Korban diketahui bernama Rendy Tatara, warga Desa Motoling Dua, yang kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Steven Lumowa menegaskan bahwa keberhasilan evakuasi ini tidak terlepas dari sinergi yang baik antara Basarnas Minsel, pihak kepolisian, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses penyelamatan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara, terutama di jalur rawan kecelakaan, sekaligus bukti nyata dedikasi Basarnas dalam menjalankan tugas kemanusiaan demi menyelamatkan nyawa.
(Britmi)
#basarnas #minahasa Selatan






