Makassar –(Fakta 62)-(19/2/2026) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar terus berkomitmen menjalankan fungsi pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Melalui berbagai program kepribadian dan kemandirian, Lapas Makassar berupaya membekali warga binaan agar siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pidana.
Humas Lapas Kelas I Makassar, Andi Fardal, menjelaskan bahwa sistem pembinaan di dalam lapas memiliki bidang masing-masing, namun seluruhnya bertujuan untuk membentuk pribadi yang lebih baik.
“Intinya, lapas adalah tempat pembinaan warga binaan. Harapan kami, setelah menjalani masa pidana di sini, mereka bisa kembali diterima masyarakat dan memiliki kemampuan yang bermanfaat,” ujar Andi Fardal.
Beragam Program Kemandirian
Saat ini, Lapas Kelas I Makassar membina sekitar 1.275 warga binaan. Seluruhnya merupakan warga binaan laki-laki, karena lapas ini tidak menampung warga binaan perempuan. Untuk perempuan, telah tersedia lapas khusus perempuan di tempat terpisah.
Dalam hal pembinaan kemandirian, Lapas Makassar memiliki berbagai program pembinaan kemandirian, di antaranya:
garmen (menjahit pakaian)
Pembuatan roti
Produksi tempe
Hidroponik
Pertanian
Budidaya maggot
Budidaya ikan lele
Rencana pengembangan peternakan ayam petelur
Program-program tersebut dirancang agar warga binaan memiliki bekal keterampilan kerja setelah bebas nantinya.
“Alhamdulillah, pembinaan di Lapas Makassar berjalan dengan baik. Banyak kegiatan yang bisa diikuti warga binaan sesuai minat dan kemampuan mereka,” jelasnya.
Lapas Kelas I Makassar juga dikenal sebagai lapas dengan kategori pidana tinggi, termasuk narapidana dengan hukuman berat seperti seumur hidup dan hukuman mati.
Menurut Andi Fardal, banyak faktor yang melatarbelakangi seseorang hingga akhirnya menjalani hukuman pidana.
“Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti masalah ekonomi, masalah keluarga, lingkungan, maupun tekanan tertentu. Tidak semua yang ada di dalam sini melakukan perbuatan itu atas keinginan sendiri. Ada kondisi yang memaksa mereka,” ungkapnya.
Momentum Ramadan untuk Perbaikan Diri
Memasuki bulan Ramadan, pihak lapas berharap warga binaan dapat memanfaatkan momen penuh berkah ini untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri.
“Kami berharap di bulan Ramadan ini mereka lebih meningkatkan ibadah, menyadari kesalahan, dan menyesali perbuatan. Semoga ketika keluar nanti bisa berkumpul kembali dengan keluarga dan menjadi pribadi yang lebih baik,” tutup Andi Fardal.
Penulis:(Kul indah)





