Ketiganya terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki, dicegat di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, saat hendak berangkat menggunakan pesawat untuk bekerja di sektor judi online.
Wakatim Resmob Polda Sulut, Ipda Andros Geraldo Hiinur, mengatakan pengungkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas perekrutan melalui media sosial.
“Dari hasil interogasi awal, sudah jelas mereka ke Kamboja untuk bekerja di bidang judi online,” kata Andros.
Ia mengungkapkan, dari tiga orang tersebut, sebagian sudah pernah bekerja di Kamboja, bahkan ada yang akan berangkat untuk kedua kalinya. Saat ini, polisi masih mendalami pihak agen yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan ke luar negeri yang menjanjikan gaji besar namun tidak melalui prosedur resmi. Jika menemukan aktivitas perekrutan yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” tegas Ipda Andros Geraldo Hiinur.
(Britmi)
#Poldasulut






