Pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Muara Dua, Kabupaten OKU Selatan, menuai protes keras dari masyarakat. Pasalnya, aktivitas pengisian BBM jenis Pertalite menggunakan tangki modifikasi (pengecoran) diduga bebas beroperasi di tengah antrean kendaraan warga.
Berdasarkan laporan warga pada Rabu pagi (28/1/2026), sekitar pukul 07.30 WIB, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular dan tersendat. Hal ini dipicu oleh adanya prioritas pengisian terhadap para pengepul ketimbang konsumen umum yang ingin berangkat beraktivitas.
Petugas SPBU diduga lebih mendahului pengisian pengecor dalam jumlah besar. Aktivitas ini terjadi di jam sibuk (07.30 WIB), saat warga, ASN, dan pelajar sangat membutuhkan BBM untuk mobilitas pagi.
Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan Pertalite karena stok sering kali cepat habis terserap oleh aktivitas pengecoran yang masif.
"Kami yang mau berangkat kerja dan antar anak sekolah malah disuruh antre panjang, sementara yang bawa motor tangki modifikasi dilayani dengan lancar. Ini sangat tidak adil bagi konsumen kecil," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Praktik "pengecoran" BBM bersubsidi jenis Pertalite merupakan pelanggaran terhadap aturan distribusi energi. Jika terbukti ada main mata antara oknum SPBU dengan para pengepul, pihak Pertamina dan aparat penegak hukum (APH) diminta untuk segera bertindak tegas guna menjamin hak masyarakat mendapatkan BBM bersubsidi tepat sasaran.(andi gunawan)







