Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


Danau di tengah kota, Warga Tuding Pemerintah Tutup Mata

SINAR
Kamis, 09 April 2026
Last Updated 2026-04-09T01:12:27Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN KEGIATAN ANDA/ORGANISASI/POLITIK DILIPUT??




Labuhanbatu, Fakta62.Info– 
Hujan deras yang mengguyur Kota Rantauprapat selama berjam-jam memicu genangan air yang cukup parah di sejumlah titik vital, termasuk tepat di depan Masjid Raya dan kawasan dekat Kantor Pemerintah Daerah (Pemda). Kondisi ini kembali memantik kemarahan warga yang menilai pembangunan infrastruktur jalan tidak kunjung diperhatikan serius.
 
Terjadi banjir genangan yang cukup tinggi di ruas-ruas jalan utama Rantauprapat. Air mencapai ketinggian sekitar 30 sentimeter atau setinggi selutut orang dewasa. Akibatnya, banyak pengendara motor mengalami kesulitan hingga kendaraan mogok massal karena air masuk ke ruang mesin.
 
Paling parah terjadi di Jalan Ujung Bandar, tepatnya di area depan Masjid Raya Rantauprapat dan kawasan yang letaknya sangat dekat dengan Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu. Genangan juga terlihat di beberapa ruas jalan lainnya di pusat kota.
 
Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 7 April 2026, mulai pukul 17.15 WIB hingga pukul 22.20 WIB. Genangan air bertahan cukup lama meski hujan mulai reda.
 
- Warga dan pengguna jalan yang menjadi korban kerugian dan ketidaknyamanan.
- Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, khususnya dinas teknis terkait penanganan drainase dan jalan.
- Bupati Labuhanbatu, Ibu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM, yang diminta bertanggung jawab dan turun tangan.
 
Warga menyoroti fakta bahwa lokasi banjir ini berada sangat dekat dengan pusat pemerintahan, namun masalah ini sudah terjadi bertahun-tahun dan tidak ada solusi permanen. Padahal, masalah ini sudah viral dan sering dibahas di media sosial. Warga kecewa karena seolah pemerintah "tutup mata dan telinga" terhadap penderitaan rakyat, padahal lokasinya berada di depan mata sendiri.
 
Hujan sekalipun menjadi alasan, namun sistem drainase yang buruk membuat air tidak bisa mengalir cepat, sehingga jalan raya berubah menjadi "danau dadakan". Banyak pengendara motor terpaksa harus mendorong kendaraannya karena mogok.
 
Masyarakat memberikan peringatan keras dan pertanyaan menyakitkan kepada pemimpin daerah:
 
"Kepada Ibu Bupati dr. Hj. Maya Hasmita, apakah Ibu hanya akan diam saja melihat fenomena jalan raya jadi danau ini? Atau Ibu mau bergerak cepat (Gercep) melakukan perbaikan agar masalah bertahun-tahun ini segera selesai?"
 
Warga menegaskan, lokasi yang berada di depan kantor pemda saja masih tergenang parah, bagaimana dengan wilayah lainnya? Masyarakat menuntut solusi nyata, bukan sekadar janji atau alasan cuaca.
 
Sy
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan