Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


Di Balik Kontribusi Besar, Buruh Perempuan Masih Terjebak Dalam Cakraman Oligarki

Said Pers
Kamis, 30 April 2026
Last Updated 2026-05-02T03:45:52Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN KEGIATAN ANDA/ORGANISASI/POLITIK DILIPUT??


   Sekertaris Britari Malut Ratika David
MALUT, Fakta62.info- 

Kamis (30/4/2026) Buruh perempuan kini tidak lagi dipandang sebagai pelengkap dalam struktur ekonomi, melainkan menjadi kekuatan utama yang menopang kehidupan keluarga sekaligus mendorong roda perekonomian nasional.

Di tingkat rumah tangga, perempuan mengambil peran strategis sebagai penyumbang utama pendapatan. Tekanan kebutuhan hidup yang terus meningkat memaksa banyak perempuan masuk ke dunia kerja, bahkan menjadi tulang punggung keluarga. Fenomena ini tidak hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga merambah hingga wilayah pedesaan.tegas Sekertaris Britari Malut Ratika David.

Secara lebih luas, kontribusi buruh perempuan terlihat nyata dalam berbagai sektor produktif. Dari industri manufaktur hingga pertanian, tenaga kerja perempuan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi negara. Kehadiran mereka bukan lagi alternatif, melainkan kebutuhan sistemik dalam pembangunan ekonomi.

Namun, di balik kontribusi tersebut, buruh perempuan menghadapi beban berlapis. Mereka dituntut menjalankan peran ganda: sebagai pekerja sekaligus pengelola rumah tangga. Tanggung jawab domestik seperti mengasuh anak dan mengurus keluarga tetap melekat, meskipun mereka aktif bekerja di sektor formal maupun informal.

Tidak hanya itu, perempuan juga mulai menempati posisi sebagai subjek pembangunan. Keterlibatan mereka dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan program pembangunan, khususnya di tingkat desa, semakin terlihat. Ini menandakan adanya pergeseran peran dari objek menjadi aktor utama dalam pembangunan.

Di sisi lain, dunia usaha kerap memandang buruh perempuan sebagai tenaga kerja yang ulet, telaten, dan disiplin. Persepsi ini membuat perempuan menjadi pilihan utama di sejumlah sektor industri. Namun, kondisi tersebut juga kerap beririsan dengan persoalan klasik seperti upah rendah dan perlindungan kerja yang belum optimal.

Lebih jauh, perempuan juga berperan sebagai agen perubahan di tingkat komunitas. Mereka aktif memimpin organisasi masyarakat, menggerakkan kegiatan sosial, serta menjadi penghubung dalam berbagai program pemberdayaan.

Sekretaris Britari Maluku Utara, Ratika David, turut menyoroti persoalan RKAB yang dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan krusial, khususnya terkait dampaknya terhadap tenaga kerja dan keberlanjutan ekonomi daerah. Ia menegaskan perlunya kebijakan yang lebih berpihak pada pekerja, termasuk buruh perempuan, agar tidak hanya menjadi objek produksi, tetapi juga memperoleh perlindungan dan kesejahteraan yang layak.

Kondisi ini mempertegas bahwa buruh perempuan berada di garis depan pembangunan, namun masih menghadapi tantangan struktural yang menuntut perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kebijakan.(*)
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan