Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


Konsorsium PT PP Urban Menangkan Proyek RSUD Kerinci Rp137,5 Miliar

Sandra Boy
Senin, 01 Juni 2026
Last Updated 2026-06-02T02:34:42Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN KEGIATAN ANDA/ORGANISASI/POLITIK DILIPUT??


 KERINCI, FAKTA62.INFO– 

Proses lelang proyek strategis nasional di sektor kesehatan daerah resmi rampung. PT PP Urban (Urban-Penta KSO) ditetapkan sebagai pemenang tender proyek pembangunan dan renovasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dengan nilai penawaran terkoreksi sebesar Rp137.509.300.000.


​Keputusan tersebut tertuang dalam Laporan Hasil Tender yang diterbitkan oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bernomor resmi tertanggal 1 Juni 2026. Proyek dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp138.947.000.000 ini didanai melalui pos anggaran Kemenkes guna memperkuat infrastruktur kesehatan di wilayah barat Provinsi Jambi.


​Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Kemenkes, Zulvia Dwi Kurnaini, dalam laporan yang ditandatangani secara elektronik menegaskan bahwa seluruh proses evaluasi kualifikasi, administrasi, teknis, hingga harga telah dilakukan secara transparan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan. PT PP Urban berhasil unggul dari sejumlah Badan Usuth Milik Negara (BUMN) konstruksi lainnya yang ikut bertaruh dalam lelang ketat ini.


​"Sebagai bagian dari mitigasi risiko dan kepatuhan prosedur pengadaan, Kemenkes juga menetapkan PT Hutama Karya (Persero) sebagai pemenang cadangan pertama dengan nilai penawaran Rp138,39 miliar, serta PT Nindya Karya (Persero) sebagai pemenang cadangan kedua dengan nilai penawaran Rp138,66 miliar," tulis Zulvia dalam dokumen laporan resmi Kemenkes, Senin (1/6/2026).


​Sebelum Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) resmi diterbitkan, Pejabat Penandatangan Kontrak dipastikan akan melakukan reviu akhir (post-review) terhadap hasil tender. Langkah ini diambil untuk memastikan pemenang kontrak memiliki kapasitas finansial dan teknis yang valid, sekaligus mencegah terjadinya sengketa hukum atau kegagalan proyek di kemudian hari.


Pangkas Jarak Rujukan Medis dan Kesenjangan Fasilitas


​Selama bertahun-tahun, masyarakat di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kerap menghadapi kendala geografis saat membutuhkan layanan medis spesifik atau kondisi darurat (emergency). Akibat keterbatasan fasilitas di daerah, pasien kritis sering kali harus dirujuk ke Kota Jambi atau Padang, Sumatera Barat, yang memakan waktu perjalanan darat hingga 7 hingga 10 jam.


​Modernisasi RSUD Kerinci dengan kucuran dana hampir mencapai Rp139 miliar ini diproyeksikan menjadi solusi konkret untuk memangkas waktu tempuh rujukan dan meningkatkan rasio ketersediaan tempat tidur (bed occupancy rate) serta fasilitas instalasi gawat darurat (IGD) yang representatif.


​Bupati Kerinci, Monadi, menyatakan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik atau peremajaan gedung semen semata. Menurutnya, ini adalah langkah mitigasi jangka panjang pemerintah daerah bersama pemerintah pusat untuk menghentikan ketimpangan akses kesehatan di wilayah Jambi bagian barat.


​“Alhamdulillah, proses tender yang berjalan akuntabel di Kemenkes telah selesai. Bagi kami dan seluruh masyarakat Kerinci, ini adalah kabar yang sangat dinantikan. Pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang untuk memastikan hak masyarakat atas pelayanan medis yang cepat, modern, dan bermutu tinggi dapat terpenuhi di tanah kelahiran mereka sendiri,” ujar Monadi saat dikonfirmasi, Senin malam.


​Monadi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kerinci berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh tahapan konstruksi di lapangan. Pihaknya menjamin kelancaran perizinan lokal dan koordinasi lintas sektoral agar pihak kontraktor dapat bekerja optimal tanpa hambatan birokrasi daerah.


​“Kami berharap PT PP Urban sebagai pemenang dapat langsung tancap gas bekerja profesional, tepat waktu, dan mematuhi spesifikasi teknis yang ketat. Ini uang rakyat, manfaatnya harus kembali secara utuh ke rakyat,” tegas Monadi.


Penerapan Prinsip Good Corporate Governance (GCG)

​Keterlibatan Kemenkes secara langsung dalam proses lelang ini dinilai pengamat kebijakan publik sebagai langkah positif untuk menekan potensi tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di tingkat daerah. Dengan nilai proyek yang fantastis, pengawasan berlapis dari korporasi kelas nasional dan kementerian menjadi jaminan mutu tersendiri.


​Nantinya, RSUD Kerinci yang baru tidak hanya akan mengalami perluasan gedung rawat inap, tetapi juga diintegrasikan dengan sistem digitalisasi layanan kesehatan, pemenuhan alat medis (alkes) mutakhir untuk poli spesialis jantung dan stroke, serta peningkatan kapasitas ruang operasi.


​Dengan rampungnya tender ini, tahap penandatanganan kontrak kerja sama diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat, disusul dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang menandai dimulainya era baru pelayanan kesehatan di daerah berjuluk Bumi Sakti Alam Kerinci tersebut.


(Sandra boy)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan