KERINCI, FAKTA62.INFO – Momentum Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXX tahun 2026 di Kabupaten Kerinci bukan sekadar seremonial belaka. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi birokrasi yang lebih adaptif guna menyelaraskan program pembangunan daerah dengan visi nasional Asta Cita.
Upacara peringatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kerinci, Zainal Efendi, SP, M.Si, di halaman Kantor Bupati Kerinci, Senin (27/4/2026). Dalam pidatonya, Zainal menekankan bahwa otonomi daerah adalah "napas" bagi kemandirian fiskal dan kreativitas daerah dalam memecahkan masalah lokal.
Implementasi Asta Cita di Tingkat Daerah
Tahun ini, peringatan Otda mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema ini menjadi pedoman strategis bagi Pemkab Kerinci untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil selaras dengan target pembangunan nasional, terutama dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Zainal Efendi dalam amanatnya menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini dituntut untuk lebih responsif terhadap tantangan global yang berdampak langsung pada ekonomi lokal.
"Otonomi daerah memberikan kita otonomi untuk berinovasi. Fokus utama kita saat ini adalah bagaimana mentransformasikan birokrasi menjadi motor penggerak kesejahteraan, bukan sekadar administratif. Setiap OPD harus mampu menjawab tantangan Asta Cita dengan langkah nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Kerinci," tegas Zainal Efendi.
Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik
Di tengah dinamika tuntutan publik, Pemkab Kerinci berkomitmen melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas pelayanan publik. Zainal menyoroti tiga pilar utama yang menjadi prioritas pemerintah daerah ke depan:
1. Digitalisasi Pelayanan: Mengurangi sekat birokrasi melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) demi transparansi dan kecepatan.
2. Optimalisasi Sektor Unggulan: Mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian dan pariwisata yang merupakan keunggulan kompetitif Bumi Sakti Alam Kerinci.
3. Akuntabilitas Kinerja: Memastikan setiap rupiah anggaran daerah memberikan dampak langsung (multiplier effect) terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Meski telah menunjukkan berbagai kemajuan, Pemkab Kerinci menyadari bahwa tantangan otonomi daerah ke depan semakin kompleks. Kemandirian fiskal dan sinergi antar-lembaga menjadi kunci utama. Zainal mengajak seluruh jajaran ASN untuk tidak lagi bekerja dengan pola lama yang kaku.
"Kita tidak boleh terjebak dalam rutinitas. Semangat otonomi menuntut kita untuk berani mengambil terobosan. Kerinci Bergerak, Kerinci Maju adalah manifestasi dari tekad kita untuk menjadikan Kerinci sebagai daerah yang berdaya saing, mandiri, dan bermartabat," tambah Zainal.
Peringatan hari jadi otonomi ini diharapkan menjadi titik balik bagi Pemkab Kerinci untuk mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kualitas layanan dasar, seperti kesehatan dan pendidikan, demi memastikan masyarakat Kerinci dapat menikmati buah dari otonomi daerah secara merata.
(S boy)








