LABUHANBATU, Fakta62.Info–
Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait dugaan penggunaan air asin dan kotor pada proyek preservasi jalan nasional Sidomakmur – Sei Penggantungan, pihak terkait menyampaikan klarifikasi resmi agar informasi yang diterima masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman yang tidak perlu.
Proyek yang dibiayai dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai kontrak Rp 15,13 miliar ini merupakan pekerjaan resmi di bawah Kementerian Pekerjaan Umum RI melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, dan dilaksanakan oleh PT Ayu Septa Perdana.
Air di Lokasi Tidak Digunakan untuk Campuran Beton Struktural
Berdasarkan penelusuran di lapangan, air yang terlihat di lokasi proyek bukan digunakan sebagai campuran utama untuk pekerjaan struktur beton. Dalam praktik pelaksanaan jalan, air dari sekitar lokasi—seperti parit atau genangan—hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan non-struktural, antara lain pembersihan alat kerja, penyiraman area pekerjaan, dan aktivitas sementara lainnya.
“Dalam konstruksi khususnya untuk campuran beton atau mortar, ada standar teknis yang sangat ketat. Penggunaan air tidak memenuhi syarat akan langsung merusak mutu hasil pekerjaan, sehingga secara teknis sangat tidak masuk akal jika digunakan untuk pekerjaan utama,” jelas pihak terkait.
Proyek ini juga berada dalam pengawasan ketat dari konsultan supervisi dan satuan kerja terkait, yang memantau seluruh tahapan mulai dari pemeriksaan material, metode kerja, hingga hasil akhir pekerjaan. Apabila ditemukan penyimpangan, langkah penanganan sesuai ketentuan akan segera diambil.
Masyarakat Rasakan Dampak Positif
Sejumlah warga sekitar menyampaikan bahwa pembangunan yang berjalan telah memberikan manfaat nyata. Tokoh masyarakat Toni Nainggolan menyatakan, “Yang kami lihat di lapangan, jalannya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Aktivitas masyarakat jadi lebih lancar.”
Dengan klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat melihat kondisi proyek secara komprehensif dan tidak mengambil kesimpulan sepihak tanpa mempertimbangkan konteks aktual di lapangan.
Sy





