| Nia Abdul Majid Samsudin Daeng Naba |
HALSEL, Fakta62.info-
Maraknya pergaulan bebas remaja di Kabupaten Halmahera Selatan, provinsi Maluku Utara mengundang keprihatinan masyarakat karena dikhawatirkan terus membawa pengaruh negatif yang meluas bagi generasi penerus.
"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dalam menerapkan pola asuh anak yang tepat, juga tantangan bagi masyarakat pada umumnya, tokoh adat dan pemerintah daerah," kata Aktivis perempuan ". Kamis,(7/5/2026)
Nia menanggapi beredarnya dua video asusila dalam waktu yang hampir bersamaan. Pertama adalah video asusila sepasang laki-laki dan perempuan yang melakukan adegan tidak senonoh, yang kedua adalah video seorang remaja putri diduga pelajar yang tampil tanpa pakaian.
Beredarnya video asusila ini menuai tanggapan keprihatinan masyarakat. Kepolisian diminta mengusut kasus ini hingga tuntas, tidak hanya terhadap pelaku, tetapi juga jika ada pihak lain yang menyebarkan video tersebut.
Nia mengatakan, kasus tindak asusila seperti ini sudah sering terjadi di kabupaten Halmahera Selatan. Dia khawatir ini merupakan fenomena "gunung es" yakni yang terlihat hanya di permukaan sementara di dasarnya lebih banyak lagi.
Aktivis perempuan yang akrab disapa Cipung berharap semua pihak menyikapi masalah ini secara serius. Jika tidak, hal ini dikhawatirkan akan menjadi contoh dan ditiru oleh anak-anak remaja di daerah ini.
Nia menilai, kasus-kasus ini menunjukkan penurunan nilai-nilai moral atau degradasi moral di kalangan remaja. Sebagian dari mereka menganggap lumrah hubungan seks di luar nikah.
Untuk itu perlu disikapi dan ditangani segera. Hal tidak kalah pentingnya adalah penerapan hukum yang tegas bagi pelaku asusila dan bagi pelaku yang menyebarkan video tersebut, termasuk di media sosial.
"Bagaimana semua pihak harus saling bersinergi melakukan pencegahan pergaulan bebas dan mensosialisasikan kepada kalangan remaja bahayanya seks bebas. Dan tentunya juga penguatan moral dan menanamkan nilai-nilai agama pada anak menjadi sangat penting dilakukan sejak usia dini," demikian Nia
(Said Jumat)





