Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


Bupati Kerinci Monadi: Kearifan Lokal Adalah Fondasi Utama Menjaga Keberlanjutan Ekosistem

Sandra Boy
Selasa, 12 Mei 2026
Last Updated 2026-05-13T09:20:01Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN KEGIATAN ANDA/ORGANISASI/POLITIK DILIPUT??


 KERINCI, FAKTA62.INFO– 

Di tengah ancaman krisis iklim global dan degradasi lingkungan, Pemerintah Kabupaten Kerinci bersama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci menginisiasi langkah strategis untuk menghidupkan kembali "sains lokal" masyarakat. Melalui Seminar Diseminasi SACRED Ecological Project 2026, Selasa (12/5), kearifan tradisional masyarakat Kerinci resmi diposisikan sebagai pilar utama dalam kebijakan pelestarian alam daerah.


​Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertemuan SBSN Lantai 3 IAIN Kerinci ini bukan sekadar seremoni akademik. Forum ini merupakan puncak dari proyek dokumentasi mendalam mengenai hubungan manusia dengan alam, yang didukung penuh oleh lembaga internasional Wahid Foundation dan Temasek Foundation.


Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., yang hadir sebagai pembicara kunci, menegaskan bahwa Kabupaten Kerinci memiliki kekayaan tak berwujud berupa pengetahuan adat yang teruji selama berabad-abad dalam menjaga ekosistem. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukanlah teknologi, melainkan bagaimana mempertahankan nilai-nilai lokal dari gerusan modernisasi.


“Kearifan lokal masyarakat Kerinci bukan sekadar kebiasaan lama, melainkan fondasi utama bagi keberlanjutan ekosistem kita. Dokumentasi pengetahuan tradisional ini adalah langkah strategis untuk memastikan jati diri daerah dan keselamatan lingkungan tetap terjaga bagi generasi mendatang,” ujar Monadi di hadapan para akademisi dan aktivis lingkungan.


​Monadi juga menekankan bahwa kebijakan pemerintah ke depan akan sangat terbantu dengan adanya hasil riset ini. "Kita tidak bisa hanya mengandalkan regulasi formal. Kita butuh kesadaran kolektif yang berakar pada budaya. Jika masyarakat merasa alam adalah bagian dari identitasnya, maka penjagaan hutan dan sumber air akan terjadi secara organik," tambahnya.


Akademisi sebagai Penjaga Literasi Tradisional


​Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., menyoroti peran krusial perguruan tinggi dalam melakukan formalisasi pengetahuan lisan. Ia berpendapat bahwa pengetahuan tradisional seringkali dianggap remeh karena tidak terdokumentasi secara ilmiah.


​“IAIN Kerinci mengambil tanggung jawab untuk mengonversi pengetahuan tradisional menjadi literasi akademik. Kami ingin memastikan bahwa modernisasi tidak membuat kita kehilangan kompas moral terhadap alam. Melalui riset dan pengabdian masyarakat, nilai-nilai ini akan kami kembangkan agar relevan bagi generasi Z dan milenial,” tegas Jafar.


​Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari dukungan Wahid Foundation. Perwakilan lembaga tersebut, Libasut Taqwa, menjelaskan bahwa SACRED Ecological Project 2026 adalah model bagaimana nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan bisa menjadi mesin penggerak bagi aksi lingkungan.


​Senada dengan itu, Project Leader SACRED, Luqyana Azmiya Putri, mengungkapkan bahwa hasil lapangan yang didiseminasi hari ini mencakup dokumentasi cara masyarakat adat mengelola air, tanah, hingga hutan lindung secara berkelanjutan. “Kami berharap hasil ini menjadi referensi akademik sekaligus sumber informasi bagi publik secara luas untuk memperkuat resiliensi ekologi berbasis kearifan lokal,” tutur Luqyana.


(S boy)


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan