Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


​Memperkokoh Identitas "Sekepal Tanah dari Surga", Tiga Lagu Tradisional Kerinci Resmi Diproteksi Negara

Sandra Boy
Rabu, 13 Mei 2026
Last Updated 2026-05-13T09:16:16Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN KEGIATAN ANDA/ORGANISASI/POLITIK DILIPUT??


 

KERINCI, FAKTA62.INFO-

Pemerintah Kabupaten Kerinci kembali menorehkan prestasi dalam upaya penyelamatan aset budaya lokal. Setelah melalui proses verifikasi yang panjang, tiga lagu daerah legendaris Kerinci akhirnya resmi mendapatkan Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum RI. Langkah ini menjadi tonggak sejarah dalam memproteksi identitas budaya "Bumi Sakti Alam Kerinci" di kancah nasional.


​Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan secara simbolis di Kantor Wilayah Kementerian Hukum RI Provinsi Jambi pada Selasa (12/5/2026). Penyerahan ini juga merupakan bagian dari rangkaian agenda nasional "What’s Up Campus Call Out (CCO)" yang dipusatkan di Sabuga ITB, Bandung, dan diikuti secara virtual oleh jajaran Kemenkum RI seluruh Indonesia.


​Adapun tiga lagu yang kini resmi masuk dalam pangkalan data kekayaan intelektual nasional tersebut adalah “Uhang Jauh”, “Yo Knek Ku Aeh”, dan “Datung Kontan”. Ketiganya selama ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan sosial masyarakat Kerinci, namun sebelumnya belum memiliki payung hukum yang kuat.


​Visi Perlindungan dan Diplomasi Budaya

​Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci, Jamal Penta Putra, S.Pd., M.Si. saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Rabu (13/5), menyatakan bahwa pencapaian ini adalah bentuk kedaulatan budaya masyarakat Kerinci. Menurutnya, pengakuan negara ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan benteng pertahanan dari ancaman klaim pihak asing atau komersialisasi yang tidak bertanggung jawab.


​“Pencapaian ini adalah hadiah bagi masyarakat Kerinci. Dengan terbitnya Sertifikat KIK ini, negara hadir memberikan proteksi penuh. Lagu-lagu ini bukan sekadar nada dan lirik, tapi adalah 'ruh' dari sejarah dan filosofi hidup leluhur kita. Kami ingin memastikan bahwa sampai kapan pun, identitas ini tetap milik rakyat Kerinci dan tidak bisa diklaim oleh pihak manapun,” tegas Jamal dengan penuh optimisme.
​Lebih lanjut, Jamal menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi besar dalam memajukan sektor pariwisata daerah. Menurutnya, pariwisata yang kuat harus berdiri di atas fondasi kebudayaan yang terproteksi dengan baik.


​“Kami tidak ingin warisan ini hilang ditelan zaman atau hanya menjadi kenangan. Ke depan, sertifikasi ini akan menjadi pemantik ekonomi kreatif. Kami akan mendorong para seniman muda untuk terus berinovasi tanpa takut kehilangan akar budayanya. Ini adalah diplomasi budaya kita kepada dunia: bahwa Kerinci itu kaya, Kerinci itu berdaulat,” tambahnya melalui pesan WhatsApp.


​Perlindungan KIK terhadap lagu-lagu daerah dinilai sangat krusial di era digital, di mana persebaran informasi berlangsung tanpa batas. Sertifikat ini berfungsi sebagai bukti kepemilikan komunal (milik masyarakat), sehingga jika di masa depan terdapat penggunaan karya yang bersifat komersial secara luas, hak-hak masyarakat adat tetap terlindungi.


​Perwakilan Kantor Wilayah Kemenkum RI Jambi menyampaikan bahwa inisiatif Pemerintah Kabupaten Kerinci patut menjadi contoh bagi daerah lain di Provinsi Jambi. Pendokumentasian budaya melalui jalur hukum kekayaan intelektual adalah cara paling efektif untuk menjaga kedaulatan aset daerah pada Tahun Anggaran 2026 ini.


​Dengan diterimanya sertifikat untuk lagu Uhang Jauh, Yo Knek Ku Aeh, dan Datung Kontan, Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berkomitmen akan terus menyisir potensi budaya lainnya, mulai dari tari-tarian hingga tradisi lisan, untuk segera didaftarkan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal.


(S boy)


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan