Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


Perkuat Mitigasi Karhutla di Gelumbang Raya, Camat Sungai Rotan Mardiansyah Hadiri Rakor Lintas Kecamatan

Edo Wilantara
Senin, 11 Mei 2026
Last Updated 2026-05-11T03:38:57Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN KEGIATAN ANDA/ORGANISASI/POLITIK DILIPUT??


MUARA ENIM, Fakta62.Info- 

Camat Sungai Rotan, Mardiansyah menghadiri Rapat Koordinasi Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat Gelumbang Raya yang digelar di Aula Kantor Camat Gelumbang, 
Senin 11 Mei 2026

Rakor tersebut diikuti Bupati Muara Enim, para camat se-Gelumbang Raya, unsur Forkopimcam, BPBD Muara Enim, TNI-Polri, para kepala desa, serta perwakilan perusahaan perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI) di wilayah timur Kabupaten Muara Enim.

Wilayah Gelumbang Raya menjadi fokus mitigasi karena memiliki kawasan lahan gambut dan areal perkebunan yang rawan terbakar saat memasuki musim kemarau.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Staf Khusus, ditegaskan bahwa Pemkab Muara Enim menargetkan Zero Karhutla 2026

“Bupati berpesan, karhutla bukan hanya bencana lingkungan, tapi juga bencana kesehatan dan ekonomi. Gelumbang sebagai wilayah rawan gambut harus jadi garda terdepan pencegahan,” ujarnya


Usai mengikuti rakor, Mardiansyah menegaskan bahwa Kecamatan Sungai Rotan siap mendukung penuh upaya pencegahan karhutla secara terpadu.

“Sebagai bagian dari Gelumbang Raya, Kecamatan Sungai Rotan siap all out mendukung langkah pencegahan karhutla. Kita tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Harus kolaborasi lintas kecamatan dan lintas sektor,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut, terdapat lima langkah strategis yang akan diperkuat di Kecamatan Sungai Rotan pasca kegiatan koordinasi.
Pertama, mengoptimalkan Posko Siaga Karhutla di tingkat desa. Seluruh desa diminta mengaktifkan posko siaga selama 1x24 jam serta membentuk regu patroli Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kedua, memperkuat sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara dibakar. Aparat desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan turun langsung ke masyarakat, khususnya petani dan peladang, guna memastikan tidak terjadi pembakaran lahan.

Ketiga, memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman seperti pompa air, selang, embung, hingga sekat kanal. Perusahaan perkebunan di wilayah Sungai Rotan juga diminta menyiagakan regu pemadam internal.

Keempat, mengintensifkan patroli terpadu di kawasan lahan gambut. Patroli gabungan melibatkan TNI-Polri, Polhut, Manggala Agni, dan MPA untuk menyasar titik-titik rawan kebakaran di desa yang berbatasan langsung dengan kawasan gambut.

Kelima, mempercepat sistem pelaporan dan respons awal penanganan kebakaran. Warga diminta segera melapor kepada kepala desa, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas apabila melihat titik api maupun kepulan asap. Respons pemadaman awal ditargetkan maksimal 30 menit sejak laporan diterima.

“Wilayah Sungai Rotan banyak lahan gambut. Sekali terbakar, sulit dipadamkan dan asapnya merugikan semua pihak. Lebih baik kita  mencegah daripada memadamkan,” ujar Mardiansyah.

Rakor Gelumbang Raya tersebut menghasilkan komitmen bersama bertajuk “Zero Karhutla 2026” serta kesepakatan pelaksanaan patroli terpadu lintas kecamatan selama musim kemarau berlangsung.

Liputan : Edo Wilantara
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan