KERINCI, FAKTA62.INFO-
Warga Desa Ujung Ladang, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, melaporkan kemunculan seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di area perladangan sejak Rabu (3/6/2026). Peristiwa ini membuat masyarakat khawatir dan menghentikan sementara aktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Menanggapi laporan warga, Pemerintah Desa Ujung Ladang mengirimkan surat resmi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi. Permohonan penanganan dan evakuasi satwa tersebut tertuang dalam surat bernomor 008/19/VI/Pem-ul/2026 tertanggal 3 Juni 2026.
Berdasarkan data dari pemerintah desa, penampakan satwa tersebut pertama kali diketahui oleh warga pada Rabu pagi di kawasan Dusun II. Satwa dilindungi itu terlihat berjalan di area perladangan kayu manis milik masyarakat setempat.
Salah seorang petani mengaku melihat langsung harimau tersebut saat sedang membersihkan gulma di ladang. Menurut penuturannya, seekor harimau berukuran dewasa berada sekitar 20 meter dari posisinya. Satwa tersebut sempat terdiam melihat ke arahnya, sebelum akhirnya berjalan masuk ke dalam semak belukar.
Pasca-kejadian, petani tersebut langsung kembali ke permukiman dan melaporkan peristiwa itu kepada perangkat desa. Sejak informasi tersebut menyebar, sebagian besar warga memilih untuk tidak pergi ke ladang, terutama pada pagi dan sore hari.
Kepala Desa Ujung Ladang, Holmeri Saldi, mengonfirmasi bahwa surat permohonan yang dikirimkan ke pihak BKSDA Jambi bersifat "Penting dan Segera". Langkah ini diambil karena lokasi penampakan berada dekat dengan jalur perlintasan harian warga dan wilayah kerja petani.
"Kami di tingkat desa tidak memiliki kapasitas teknis maupun peralatan untuk menangani satwa liar. Kehadiran harimau di area perladangan ini meresahkan warga. Kami meminta BKSDA Jambi segera turun ke lapangan untuk melakukan langkah evakuasi atau pemasangan kamera jebak (camera trap)," kata Holmeri dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Sembari menunggu tindak lanjut dari instansi berwenang, Pemerintah Desa Ujung Ladang mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di perbatasan hutan dan tidak melakukan tindakan sepihak yang dapat membahayakan keselamatan warga maupun satwa tersebut.
Selain mengganggu aktivitas ekonomi di perladangan kayu manis, situasi ini juga memengaruhi kegiatan warga pada malam hari. Beberapa warga melaporkan sempat mendengar suara raungan dari arah perbukitan dalam dua minggu terakhir. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan memberikan rasa aman, masyarakat mengharapkan adanya patroli gabungan dari BKSDA, Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Kerinci, dan Koramil setempat.
(Sandra boy)







