MUARA ENIM, Fakta62.Info-
Kepala Desa Gumai, Firdaus, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Pj Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si., yang telah turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Gumai, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.
Rabu 26 Agustus 2026
Peninjauan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Muara Enim terhadap kondisi masyarakat yang terdampak karhutla.
Kehadiran langsung Pj Bupati bersama jajaran juga memberikan semangat bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi dampak kebakaran serta asap yang ditimbulkan.
Dalam kegiatan tersebut, Pj Bupati Muara Enim didampingi Camat Gelumbang Chandra Firmansyah, S.E., M.Si., Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim Mukarto, S.H., Kepala BPBD Kabupaten Muara Enim, Kapolsek Gelumbang Iptu Budianto, S.H., Danramil Gelumbang Kapten Inf. Sutrisno, jajaran Dinas Sosial Muara Enim, Puskesmas Gelumbang, serta Tripika Kecamatan Gelumbang.
Turut hadir Kepala Desa Gumai Firdaus, Kepala Desa Jambu Beni Sutarman, dan Kepala Desa Bitis Hengky Wijaya.
Firdaus mengatakan, kunjungan Pj Bupati Muara Enim menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat di Desa Gumai, khususnya dalam penanganan karhutla.
“Atas nama Pemerintah Desa Gumai dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Pj Bupati Muara Enim beserta seluruh jajaran yang telah datang langsung meninjau kondisi karhutla di desa kami. Ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi masyarakat,” ujar Firdaus.
Ia berharap penanganan karhutla dapat terus dilakukan secara bersama-sama dan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan, terutama dari dampak asap yang dapat mengganggu kesehatan.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Mari kita cegah karhutla agar kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,” tambahnya.
Pemerintah Desa Gumai bersama Kecamatan Gelumbang dan unsur terkait akan terus berkoordinasi dalam memantau kondisi di lapangan serta mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.





