KERINCI, FAKTA62.INFO — Pengamat Politik dan Ilmu Pemerintahan dari Universitas Jambi, Citra Darminto, S.IP., M.MP., menyoroti dinamika hubungan antara Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si. dan Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si. Ia meminta masyarakat Kabupaten Kerinci untuk bersikap bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi keretakan yang berkembang di publik.
Isu mengenai kurang harmonisnya hubungan kedua pimpinan daerah tersebut belakangan menjadi perbincangan akibat perbedaan kehadiran dalam sejumlah agenda kegiatan daerah. Menurut Citra, perbedaan jadwal dan pembagian kehadiran di lapangan bukanlah indikator adanya konflik internal di jajaran pemerintah daerah.
"Bupati dan Wakil Bupati memiliki tugas serta agenda masing-masing. Tidak semua kegiatan harus dihadiri secara bersamaan. Yang paling penting adalah roda pemerintahan tetap berjalan, pembangunan terlaksana, dan kepentingan masyarakat menjadi prioritas utama," ujar Citra saat dikonfirmasi dari Kerinci, Jambi.
Citra menjelaskan, kondisi geografis Kabupaten Kerinci yang terbagi menjadi wilayah mudik, tengah, dan hilir membutuhkan fleksibilitas pembagian kerja dari jajaran pimpinan. Kehadiran Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si. di satu wilayah dan Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si. di wilayah lain justru dinilai efisien untuk memperluas jangkauan pelayanan publik.
Langkah pembagian agenda ini juga dinilai sejalan dengan tantangan tata kelola pemerintah daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran secara nasional.
"Jangan karena Bupati berada di satu wilayah dan Wakil Bupati berada di wilayah lainnya kemudian langsung disimpulkan sebagai bentuk konflik. Justru pembagian agenda ini memungkinkan pemerintah daerah menjangkau aspirasi masyarakat secara lebih luas," tegasnya.
Mengenai aspek stabilitas politik, pasangan Monadi, S.Sos., M.Si. dan H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si. memiliki legitimasi publik yang kuat dari hasil Pilkada Kerinci 2024. Pasangan ini tercatat keluar sebagai peraih suara tertinggi dengan raihan 72.130 suara atau 47,07 persen dari total suara sah.
Melihat besarnya dukungan tersebut, Citra tidak menampik munculnya dinamika politik atau wacana yang mencoba menggoyahkan persepsi publik terhadap keberlanjutan kepemimpinan daerah. Kendati demikian, ia mengingatkan agar setiap pandangan kritis tetap didasarkan pada fakta dan data, bukan asumsi belaka.
"Jika ada pihak yang mengkritik atau melihat adanya persoalan, sampaikanlah berdasarkan fakta dan mekanisme yang benar. Jangan membangun opini yang tidak berdasar karena berpotensi memecah belah masyarakat," kata Citra.
Ia menambahkan bahwa tolok ukur utama keberhasilan kepemimpinan Monadi, S.Sos., M.Si. dan H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si. terletak pada efektivitas pelayanan publik dan pemerataan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kerinci, bukan pada dinamika politik jangka pendek.
(S boy)







