Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


 

Warga Desa Bajo Protes Pengalihan Titik Proyek Hotmix 283 Meter, Kades Diduga Terlibat

Said Pers
Sabtu, 29 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-29T02:36:41Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN BUAT WEBSITE BERITA MURAH??


KAYOA, Fakta62.info-

Sejumlah warga Desa Bajo, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, memprotes pengalihan titik pembangunan proyek jalan hotmix yang rencananya memiliki panjang sekitar 283 meter." Sabtu, (29/8/2026)

Protes warga tersebut mencuat pada Agustus 2026. Warga Desa Bajo bahkan sempat mendatangi hingga mengepung Kantor Camat Kayoa sebagai bentuk keberatan terhadap keputusan pengalihan titik proyek yang dinilai merugikan kepentingan masyarakat Desa Bajo.

Warga menolak keputusan Camat Kayoa yang mengalihkan titik proyek jalan hotmix sepanjang 283 meter ke wilayah Guruapin. Pengalihan tersebut disebut dilakukan dengan alasan efisiensi waktu, menyusul adanya kendala dalam proses pembebasan lahan pada titik yang sebelumnya direncanakan.

Bagi warga Desa Bajo, alasan tersebut dinilai perlu dijelaskan secara terbuka. Masyarakat mempertanyakan dasar keputusan pengalihan, proses penetapan titik baru, serta siapa saja yang terlibat dalam pengambilan keputusan tersebut.

Persoalan semakin menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa Kepala Desa (Kades) Bajo turut terlibat dalam proses pengalihan titik proyek hotmix tersebut.

Namun, dugaan keterlibatan Kades Bajo tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian berdasarkan dokumen, kronologi pengambilan keputusan, maupun keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.

Warga meminta Pemerintah Kecamatan Kayoa dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan memberikan penjelasan secara transparan mengenai proyek tersebut, termasuk alasan pemindahan titik dari Desa Bajo ke Guruapin.

Menurut warga, apabila kendala pembebasan lahan menjadi alasan utama pengalihan proyek, pemerintah perlu menjelaskan apakah telah dilakukan upaya penyelesaian persoalan lahan sebelum keputusan pengalihan diambil.

Warga juga mempertanyakan apakah perubahan lokasi tersebut telah melalui mekanisme perencanaan dan koordinasi dengan pihak terkait serta apakah masyarakat Desa Bajo telah diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat.

“Kalau memang alasan pengalihan karena pembebasan lahan, kami meminta semuanya dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui setelah keputusan sudah dibuat,” ungkap salah seorang warga.

Masyarakat berharap proyek hotmix yang bersumber dari anggaran pemerintah benar-benar dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dan kepentingan masyarakat, serta tidak menimbulkan polemik baru di tengah warga.

Warga juga mendesak pihak berwenang melakukan pemeriksaan terhadap proses pengalihan titik proyek sepanjang 283 meter tersebut guna memastikan seluruh tahapan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

FAKTA62.INFO berupaya menjaga keberimbangan pemberitaan. Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari Camat Kayoa maupun Kepala Desa Bajo mengenai polemik pengalihan titik proyek tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Camat Kayoa, Kades Bajo, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, maupun pihak-pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan kepada publik.

Wartawan: Said Pers
Editor: Said Pers
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan