Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


 

OJK, BI dan BPR Syariah Bahari Edukasi Pelajar SD Negeri 7 Ternate Kelola Keuangan Sejak Dini

Said Pers
Jumat, 11 September 2026
Last Updated 2026-09-14T04:12:02Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN BUAT WEBSITE BERITA MURAH??


TERNATE, Fakta62.info- 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Utara bersama Bank Indonesia (BI) dan PT BPR Syariah Bahari Berkesan mendorong pelajar memiliki kecerdasan finansial sejak usia dini.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan bagi siswa SD Negeri 07 Kota Ternate, Kamis (11/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Ternate sekaligus rangkaian Road to Bulan Inklusi Keuangan 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Ternate, Dr. Muslim Gani, yang mewakili Sekretaris Daerah Kota Ternate selaku Koordinator TPAKD, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Ridwan Ali, Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kota Ternate Nursanah Somadayo, serta jajaran guru dan siswa SD Negeri 07 Kota Ternate.

Kepala OJK Provinsi Maluku Utara Adi Surahmat dalam sambutannya mengatakan, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang tinggi perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan.

Ia menyebut, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan Maluku Utara mencapai 77,18 persen, sedangkan indeks literasi keuangan berada di angka 48,65 persen.

Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional yang masing-masing mencapai 93,61 persen untuk inklusi keuangan dan 69,57 persen untuk literasi keuangan.

“Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan keuangan yang sehat sejak dini,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Menurut Adi, sejak resmi berdiri pada 9 Desember 2025, OJK Provinsi Maluku Utara telah melaksanakan 35 kegiatan literasi keuangan dengan total 4.456 peserta serta memfasilitasi 615 pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel).

Ajarkan Pelajar Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Dalam kegiatan tersebut, materi pertama disampaikan Ummulchair Jureje, Asisten Manajer Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Maluku Utara.

Mengangkat tema “Pelajar Cerdas Keuangan, Wujudkan Masa Depan Sejahtera”, siswa diajak memahami peran OJK sekaligus belajar mengatur uang saku.

Salah satu konsep yang diperkenalkan adalah “Sisihkan, bukan Sisakan”, yakni membiasakan menyisihkan sebagian uang jajan untuk ditabung sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya.

Pelajar juga diajak membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga tidak mudah membelanjakan uang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak menjadi prioritas.

BPR Syariah Bahari Kenalkan SimPel

Materi selanjutnya disampaikan Direktur Utama PT BPR Syariah Bahari Berkesan, H. Risdan Harly.

Ia memperkenalkan produk Simpanan Pelajar (SimPel) yang dirancang khusus bagi pelajar sebagai sarana membangun kebiasaan menabung sejak dini.

Risdan menjelaskan, SimPel memiliki persyaratan administrasi yang relatif mudah sehingga dapat dimanfaatkan pelajar untuk mulai belajar menabung secara rutin.

Ia pun mengajak siswa menjadikan kebiasaan menyisihkan uang jajan sebagai bagian dari pendidikan finansial sejak usia sekolah.

BI Ajarkan Cinta Rupiah dan Kenali Uang Asli

Sementara itu, materi ketiga disampaikan Chubaid Hakim, Administrator Perkasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara.

Dengan tema “Cinta, Bangga, Paham Rupiah”, para siswa diperkenalkan pada fungsi uang sebagai alat pembayaran, satuan hitung, dan penyimpan nilai.

Siswa juga diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah agar mampu membedakan uang asli dan uang palsu.

Tak hanya itu, BI mengingatkan pelajar agar menjaga rupiah melalui prinsip 5J, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan dibasahi, jangan diremas, dan jangan distapler.

Prinsip tersebut menjadi bagian dari edukasi untuk menumbuhkan rasa cinta sekaligus penghormatan terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kolaborasi Jadi Kunci

Menutup kegiatan, Adi Surahmat berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat membentuk kebiasaan positif para pelajar dalam mengelola keuangan.

Pelajar didorong untuk terus belajar, rajin menabung, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki cita-cita tinggi.

“Jadilah generasi Maluku Utara yang berkarakter dan cerdas keuangan,” menjadi pesan yang disampaikan kepada para peserta didik.

OJK juga menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, TPAKD, industri jasa keuangan, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat edukasi keuangan dari lingkungan sekolah, sehingga generasi muda Maluku Utara diharapkan tidak hanya mampu menggunakan uang, tetapi juga mampu merencanakan, menabung, dan mengelolanya secara bijak sejak usia dini.

Wartawan: Aby Pers
Editor: Said Pers
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tidak ada komentar:

Iklan

-->