Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


 

Resmi Ditutup Bupati Monadi, Festival Kopi Kerinci 2026 Jadi Momentum Kebangkitan UMKM Lokal

Sandra Boy
Minggu, 20 September 2026
Last Updated 2026-09-21T02:52:01Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN BUAT WEBSITE BERITA MURAH??


 Kerinci, Fakta62.info-

Gelaran Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 secara resmi ditutup oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., di Kawasan M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Minggu (20/9/2026). Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi puncak perayaan komoditas unggulan daerah, tetapi juga dinilai menjadi momentum krusial bagi kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta penguatan ekosistem perkopian di kawasan "Tanah Surga".


​Penutupan acara berlangsung meriah dengan mempertemukan seluruh rantai pasok industri perkopian, mulai dari petani hulu, pengolah (processor), pebisnis sangrai (roaster), barista, hingga pelaku UMKM kreatif dan pecinta kopi dari berbagai daerah.


​Dalam sambutannya, Bupati Kerinci Monadi menyampaikan rasa haru sekaligus apresiasi tinggi atas antusiasme masyarakat dan partisipasi lintas sektor yang dinilainya sangat luar biasa. Menurut Monadi, partisipasi aktif ini menjadi bukti nyata bahwa kopi Kerinci bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan identitas daerah dan pilar penggerak ekonomi kerakyatan.


​“Saya merasa terharu melihat semangat para peserta dan masyarakat yang begitu tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian acara. Ini menunjukkan bahwa kopi Kerinci memiliki potensi luar biasa dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat kita. InsyaAllah tahun depan kegiatan ini tetap berkelanjutan dan terus kita dorong agar penyelenggaraannya semakin baik,” ujar Monadi.
 

​Monadi menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk mendorong peningkatan mutu dan nilai tambah produk kopi lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, sponsor, pegiat kopi, petani, serta jajaran instansi teknis yang mengawal kelancaran acara.


​Acara penutupan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting lintas instansi, di antaranya Deputi Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi Yudo Wijoseno, Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., dan Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P. Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Kerinci, Sekretaris Daerah, para Asisten dan Staf Ahli, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, serta pimpinan organisasi wanita daerah seperti GOW, Persit, dan Dharma Wanita.


​Kemeriahan panggung penutupan semakin semarak saat tim kesenian binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci menyuguhkan pertunjukan Tarian Cerita Kopi. Tarian naratif ini menggambarkan perjalanan panjang tradisi perkopian Kerinci—mulai dari proses tanam, petik merah di kaki Gunung Kerinci, pengolahan biji, hingga tersaji sebagai minuman berkualitas. Pertunjukan seni budaya ini menegaskan perpaduan erat antara potensi ekonomi perkebunan dan kekayaan kearifan lokal daerah.


​Selain pameran dan pentas seni, Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 menjadi panggung pembuktian kualitas komoditas melalui serangkaian kompetisi ketat dari hulu hingga hilir.


​Pada kompetisi mutu biji kopi (green bean), peserta asal Desa Pauh Tinggi, Deka Mulia, sukses mencatatkan prestasi gemilang dengan menyabet juara pertama di dua kategori sekaligus, yaitu Greenbean Arabica dan Greenbean Robusta.


​Pada kategori Greenbean Arabica, posisi kedua diraih oleh Rio Apriadi dari Desa Kersik Tuo, sedangkan posisi ketiga diduduki Busri dari Desa Pauh Tinggi. Sementara pada kategori Greenbean Robusta, juara kedua diraih oleh Idris Hermawan dari Desa Jernih Jaya, dan posisi ketiga diraih Santi Ali dari Sungai Penuh.


​Untuk kategori Greenbean Liberika, gelar juara pertama diraih oleh Adelia asal Jambi. Posisi kedua diduduki oleh Yani Nurmayani dari Sungai Terap, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan posisi ketiga diraih oleh Martono dari Kabupaten Sarolangun.


​Tidak hanya menguji kualitas bahan baku, festival ini juga menggelar ujian keahlian teknik dan inovasi produk olahan. Pada ajang Manual Brewing Competition, Frenki keluar sebagai juara pertama, disusul M. Irvan di posisi kedua, dan Galan Dwi Andika di posisi ketiga. Sementara pada kategori Cup Taster yang menguji kepekaan aroma dan rasa (sensory), juara pertama diraih oleh Rahma, diikuti Frasetiawan sebagai juara kedua, dan Zanka Sari di posisi ketiga.


​Guna mendorong hilirisasi produk dan kreativitas UMKM, kategori Lomba Hilirisasi Kopi menobatkan G Royal Coffee sebagai juara pertama berkat inovasi produknya. Posisi juara kedua diraih oleh Kopi Datok/Cascara Kerinci, sedangkan juara ketiga diraih oleh Rahma Putri.

Rangkaian kompetisi dan pameran ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremoni tahunan belaka. Pemerintah Kabupaten Kerinci bersama para pemangku kepentingan berkomitmen memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat tata kelola rantai pasok, memperluas jangkauan pasar digital, serta meningkatkan daya saing UMKM lokal agar aroma kopi dari 'Tanah Surga' Kerinci terus mengalir memajukan perekonomian daerah.

(Sandra boy)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tidak ada komentar:

Iklan

-->