Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


 

RSUD Sofifi Disorot: Gaji Kontrak Disebut Tertunggak 4 Bulan, Jasa Medik Sejak Agustus 2025 Belum Dibayar

Said Pers
Minggu, 27 September 2026
Last Updated 2026-09-28T04:33:37Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN BUAT WEBSITE BERITA MURAH??


SOFIFI, Fakta62.info-

Persoalan pembayaran hak tenaga kesehatan di RSUD Sofifi kembali menjadi sorotan. Sejumlah informasi yang diterima menyebutkan bahwa gaji pegawai kontrak, termasuk dokter, perawat (nakes), hingga tenaga keamanan (security), diduga belum dibayarkan selama beberapa bulan.

Dalam keterangan yang beredar, tunggakan gaji tersebut disebut telah mencapai empat bulan. Kondisi itu disebut tidak hanya menyangkut pegawai kontrak, tetapi juga tenaga medis yang selama ini menjalankan pelayanan di rumah sakit.

Lebih jauh, jasa medik tenaga kesehatan disebut belum dibayarkan sejak Agustus 2025 hingga September 2026. Jika informasi tersebut benar, maka persoalan pembayaran jasa medik telah berlangsung lebih dari satu tahun." Minggu, (27/9/2026).

“Gaji pegawai kontrak, dokter, nakes, sampai security belum dibayar empat bulan. Jasa medik satu tahun juga belum dibayarkan, dari Agustus 2025 sampai sekarang,” demikian informasi yang diterima Fakta62.info.

Tenaga Kontrak Disebut Diancam Jika Menanyakan Gaji

Persoalan semakin serius karena terdapat pula keterangan bahwa pegawai kontrak yang mempertanyakan hak gajinya disebut mendapat ancaman akan diberhentikan.

Jika benar terjadi, kondisi tersebut tentu perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait, terutama menyangkut hak pekerja dan hubungan kerja antara tenaga kontrak dengan pihak rumah sakit.

Tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan publik semestinya memperoleh kepastian mengenai hak-hak mereka, termasuk pembayaran gaji dan jasa pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kamar Operasi Dipersoalkan, Fasilitas Disebut Belum Lengkap

Selain masalah pembayaran hak tenaga kesehatan, sorotan juga diarahkan pada rencana penggunaan OK (kamar operasi) di RSUD Sofifi.

Informasi yang diterima menyebutkan bahwa kamar operasi dinilai belum dilengkapi seluruh kebutuhan pendukung, namun disebut terdapat dorongan agar fasilitas tersebut segera digunakan.

“OK dipaksakan untuk digunakan, padahal semuanya belum lengkap. Masa belum lengkap kemudian OK mau dibuka?” demikian salah satu keluhan yang disampaikan.

Sumber juga menyampaikan saran agar penggunaan kamar operasi tidak dilakukan secara terburu-buru sebelum seluruh fasilitas dan perlengkapan dinyatakan lengkap serta memenuhi standar pelayanan.

Diminta Lengkapi Fasilitas Sebelum Digunakan

Persoalan tersebut disebut telah menjadi perhatian sejumlah pihak yang menginginkan agar seluruh kebutuhan kamar operasi diselesaikan terlebih dahulu.

Menurut sumber, keselamatan pasien dan kesiapan fasilitas harus menjadi pertimbangan utama sebelum kamar operasi benar-benar difungsikan.

“Semua dilengkapi dulu baru bisa digunakan. Jangan buru-buru digunakan kalau perlengkapannya belum ada,” demikian keterangan yang diterima.

Sorotan ini kini mengarah kepada manajemen RSUD Sofifi dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi pembayaran gaji pegawai kontrak, jasa medik tenaga kesehatan, serta kesiapan fasilitas kamar operasi.

Publik juga membutuhkan kepastian: berapa besar total tunggakan, sejak kapan hak tenaga kesehatan belum dibayarkan, apa penyebabnya, dan kapan seluruh hak tersebut akan diselesaikan.

Hingga berita ini diterbitkan, Fakta62.info masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak manajemen RSUD Sofifi maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkait seluruh informasi tersebut.


Wartawan: Aby  Pers
Editor: Said Pers
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tidak ada komentar:

Iklan

-->