Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


 

FPRM Aceh Pertanyaan Terkait Penanganan Kasus DID Sebesar Rp 10.8 Miliar Kota Langsa

Wira
Jumat, 30 Oktober 2026
Last Updated 2026-11-02T04:42:05Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN BUAT WEBSITE BERITA MURAH??


Fakta62.info/foto/ilustrasi 
LANGSA, Fakta62.info-

Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh, Nasruddin kembali mempertanyakan keseriusan penanganan kasus Dana Insentif Daerah (DID) Kota Langsa Tahun 2024 senilai Rp10.844.657.000  yang dikelola Dinas Pertanian Kota Langsa.



Bahkan, menurut informasi yang diterima FPRM Aceh, pihak Kejaksaan Agung RI sudah memeriksa Kepala Dinas Pertanian Kota Langsa pada pertengahan tahun lalu terkait pengelolaan dana tersebut.


"Pagu sebesar Rp10,8 miliar lebih itu dikelola oleh Dinas Pertanian. Ini adalah dana milik rakyat Kota Langsa. Jadi sudah sepantasnya publik mengetahui sejauh mana pengembangan kasus tersebut."


"Bahkan informasi yang kami terima, Kejagung juga sudah memanggil  dan memeriksa Kadis Pertanian Langsa pertengahan tahun lalu. Namun bagaimana kelanjutannya kami belum tau." tegas Nasruddin, Jumat  (30/10/2026)


"Bila sudah level Kejagung yang periksa Kadis, berarti ada indikasi serius. Kami minta Kejari Langsa sampaikan ke publik, apakah kasus DID Pertanian ini naik ke penyidikan, atau dihentikan? Kalau dihentikan, apa alasannya? Publik menunggu hasil audit APH, "ujar Ketua FPRM 


Ia menegaskan, "FPRM Aceh akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan tidak menutup kemungkinan akan melayangkan surat resmi dan aksi damai ke Kejari Langsa dan Kejati Aceh jika tidak ada transparansi."


Dana Insentif Daerah itu untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk dinikmati segelintir oknum. FPRM Aceh akan kawal," pungkas Nasruddin.(*)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tidak ada komentar:

Iklan

-->