Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Bhayangkari Ranting Tareran. Para anggota dengan antusias mengikuti proses pembuatan eco enzyme, sebuah cairan serbaguna hasil fermentasi bahan organik seperti kulit buah, gula, dan air.
Ny. Anastasia A. Hiinur, SH, MH menjelaskan, Eco enzyme dikenal memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai pembersih alami, pengurang limbah rumah tangga, serta mendukung pelestarian lingkungan.
Istri dari Kapolsek Tareran Ipda Andros Geraldo Hiinur, SH menambahkan langkah - langkah pembuatan ecoenxime.
Langkah-Langkah Pembuatan Eco-Enzyme
Eco-enzyme merupakan cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik yang bermanfaat untuk kebersihan, pertanian, hingga pengelolaan lingkungan. Proses pembuatannya sederhana dan dapat dilakukan oleh masyarakat umum.
Menyiapkan Bahan
3 bagian limbah organik dari kulit buah atau sayuran (seperti kulit jeruk, nanas, pepaya, atau pisang).
1 bagian gula merah/gula aren, dapat diganti molase.
10 bagian air bersih.
Tahap Pencampuran
Masukkan gula ke dalam wadah plastik yang tertutup rapat.
Tambahkan air bersih dan aduk hingga larut.
Masukkan limbah organik yang telah dipotong kecil-kecil agar fermentasi lebih cepat.
Proses Fermentasi
Tutup rapat wadah, namun beri sedikit ruang udara.
Simpan di tempat teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.
Fermentasi berlangsung selama 3 bulan.
Pada 1–2 minggu pertama, buka tutup sebentar untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi.
Penyaringan
Setelah 3 bulan, saring cairan eco-enzyme dari ampasnya.
Simpan cairan dalam botol tertutup.
Ampas sisa fermentasi dapat digunakan sebagai pupuk kompos.
Manfaat Eco-Enzyme
Pembersih lantai, kamar mandi, dan perabot.
Pengusir serangga alami.
Penyubur tanaman (dicampur air dengan perbandingan 1:1000).
Pengolah limbah domestik sehingga lebih ramah lingkungan.
Pelaksanaan kegiatan serentak ini menjadi momentum penting bagi Bhayangkari Polri untuk menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan, sekaligus memperkuat sinergi antar-ranting di seluruh Indonesia. Dengan keikutsertaan Bhayangkari Ranting Tareran, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik dapat semakin meningkat.
Kegiatan berjalan dengan lancar, penuh kebersamaan, dan menjadi wujud nyata kontribusi Bhayangkari dalam gerakan penghijauan serta menjaga kelestarian alam. Melalui aksi ini, Bhayangkari turut memberi contoh bahwa langkah kecil yang dilakukan secara kolektif dapat membawa dampak besar bagi lingkungan.






