Way Kanan , Fakta62.info-
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Way Kanan
ikut melaksanakan Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan pada Kamis, 15 Januari 2026, sebagai wujud dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional
Kegiatan panen raya dilaksanakan di lahan pertanian Lapas Way Kanan dengan komoditas kangkung yang berhasil dipanen sebanyak 20 kilogram, Kemudian di sektor Budidaya Ikan menghasilkan Ikan patin 100 kilogram dan Ikan Lele 20 Kilogram. Panen tersebut dikelola Seksi Bimbingan Kerja Lapas Way Kanan. Hasil panen selanjutnya dijual dan hasil penjualan tersebut disalurkan untuk kedaerah terdampak bencana yang ada di provinsi Aceh Sumatra Utara dan Sumatera Barat. Kemudian untuk bentuk kepedulian sosial terhadap Masyarakat sekitar, Lapas Way Kanan membagikan Hasil Panen kepada Masyarakat yang membutuhkan dengan ditambahkan dengan semabako
Kepala Lapas Way Kanan, Riski Burhannudin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pembinaan yang produktif sekaligus bentuk kepedulian sosial terhadap korban bencana Alam. “Program ketahanan pangan ini tidak hanya mendukung kebutuhan internal, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi WBP agar memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah selesai menjalani masa pidana kemudian hasil panen yang telah dijual dapat bermanfaat untuk saudara kita yang sedang menghadapi dampak bencana alam,” ujarnya.
Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kerja Lapas Way Kanan, Hendra, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian dan budidaya ikan ini dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. “Pengelolaan lahan pertanian ini kami laksanakan dengan melibatkan WBP secara aktif, mulai dari penanaman hingga panen, begitu juga dengan budidaya Ikan mulai dari penebaran bibit, pemberian pakan hingga panen, sehingga mereka memperoleh pengalaman dan keterampilan kerja yang nyata,” jelasnya
Melalui kegiatan Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan, Lapas Wau Kanan menegaskan komitmennya dalam mendukung program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mewujudkan pembinaan WBP yang berorientasi pada kemandirian, produktivitas, dan keberlanjutan.
(Ansori raka)






