Pangkep, Fakta62.info-
Pemerintah Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan pelayanan publik, serta penanganan lingkungan dan ketertiban warga.
Lurah Samalewa, Muhammad Tawaf, mengatakan bahwa seluruh kegiatan kelurahan tetap mengacu pada instruksi dan rencana pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Untuk tahun 2026, prioritas kita adalah menjalankan program sesuai instruksi dan strategi pembangunan, terutama yang menyentuh langsung sektor ekonomi masyarakat,” ujar Muhammad Tawaf, Selasa (28/1/2026).
Ia menjelaskan, pembinaan dan penumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu perhatian utama. Bentuk dukungannya antara lain bantuan peralatan usaha serta pendampingan kelompok masyarakat, seperti pengolahan makanan khas lokal, pembuatan keripik, kue tradisional, hingga budidaya ikan nila.
Selain itu, Kelurahan Samalewa juga melaksanakan sejumlah program nasional, di antaranya penerangan lingkungan, pencegahan penyakit tuberkulosis, serta kegiatan pelayanan sosial lainnya yang bersentuhan langsung dengan warga.
“Pelayanan harian kepada masyarakat tetap menjadi tugas utama kami di kelurahan,” tambahnya. Dalam menjaga ketertiban dan keamanan, pihak kelurahan terus berkoordinasi dengan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan pengamanan lingkungan dan penanganan persoalan warga dilaksanakan secara rutin.
Terkait penanganan bencana, Muhammad Tawaf menyebutkan bahwa kelurahan aktif melakukan koordinasi dengan dinas terkait, khususnya setelah terjadinya cuaca ekstrem yang menyebabkan angin kencang dan pohon tumbang di beberapa titik wilayah.
Di sisi lain, Kelurahan Samalewa juga mendapat dukungan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Tonasa. Dana CSR tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan lingkungan, termasuk program berbasis format 5P yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Kami bersyukur karena bantuan CSR ini sangat membantu kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat di lingkungan kelurahan,” ungkapnya.
Namun demikian, Muhammad Tawaf mengakui bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi kendala. Dana kelurahan yang tersedia sekitar Rp180 juta harus dibagi untuk berbagai kebutuhan, sehingga pembangunan infrastruktur skala besar seperti jembatan belum dapat direalisasikan.
Untuk persoalan persampahan, ia mengungkapkan bahwa belum seluruh wilayah memiliki bak sampah. Saat ini baru sekitar 33 titik yang terlayani.
“Kami berencana membuat tempat sampah permanen dari beton di beberapa titik, hasil koordinasi dengan RW,” jelasnya.Sebagai penutup, Muhammad Tawaf mengajak seluruh warga Kelurahan Samalewa untuk terus menjaga kolaborasi yang telah terjalin dengan baik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, keamanan, dan ketertiban. Kerja sama yang baik selama ini menjadi modal utama pembangunan kelurahan,” pungkasnya.
Jurnalist",(Kul indah)





