KERINCI, FAKTA62.ONFO – Di tengah gempuran arus modernisasi dan digitalisasi, Kabupaten Kerinci terus memperkokoh benteng moral generasi mudanya melalui syiar agama. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, saat secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 wilayah Kerapatan Adat Negeri Jujun yang bertempat di Desa Koto Baru Jujun, Minggu (8/3/2026).
Perhelatan yang sarat akan nilai religius dan adat ini bukan sekadar rutinitas seremonial. Bagi Pemerintah Kabupaten Kerinci, MTQ ke-46 adalah manifestasi nyata dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan memiliki integritas spiritual yang kuat.
Dalam pidatonya yang visioner, Bupati Monadi menekankan bahwa tantangan remaja saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Ia menyebut Al-Qur'an harus menjadi "kompas" hidup agar tidak tersesat dalam keriuhan dunia maya.
"Kita ingin MTQ bukan sekadar perlombaan mencari siapa yang suaranya paling merdu. Lebih dari itu, ini adalah gerakan untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Di era digital ini, anak-anak muda kita butuh pegangan moral yang kuat agar cerdas dalam teknologi namun tetap santun dalam budi pekerti," ujar Monadi di hadapan ratusan kafilah.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si, anggota DPRD Anggra Pradana Putra, hingga Camat Keliling Danau As'ari. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menandakan sinergitas kuat antara eksekutif dan legislatif dalam mendukung program keagamaan di Bumi Sakti Alam Kerinci.
Selain pejabat pemerintahan, tampak hadir pula unsur Forkopimcam, para tokoh adat (Depati Parbo), tokoh ulama, serta masyarakat Negeri Jujun yang antusias menyaksikan setiap cabang lomba. Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga adat ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai luhur "Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah" masih terjaga dengan baik di Kerinci.
Bupati Monadi juga memberikan apresiasi khusus kepada para peserta remaja. Ia berharap ajang ini melahirkan Generasi Qur’ani yang berakhlak mulia yang mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di tengah masyarakat. Dengan semangat syiar ini, diharapkan Kabupaten Kerinci mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari segala mara bahaya.
"Semoga dari Negeri Jujun ini lahir qori dan qoriah yang tidak hanya mengharumkan nama daerah di tingkat nasional, tetapi juga menjadi teladan bagi rekan sebaya mereka dalam menebar kebaikan," tutupnya.
(S boy)







