Rantauprapat, Fakta62 Info _
Umat Katolik Paroki Aeknabara menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor BNI Cabang Rantauprapat pada hari Kamis (12/03) pukul 10.00 WIB, menuntut klarifikasi dan penuntasan kasus hilangnya uang tabungan gereja yang diperkirakan mencapai kurang lebih 38 milyar rupiah.
Kasus ini diduga terkait erat dengan AHF, yang menjabat sebagai Kepala Cabang BNI Aeknabara sekaligus pemilik bisnis SCRP Sport Center, CKC Corner (yang memiliki cabang di Binjai, Rantauprapat, dan Bagan), serta sebuah kebun binatang di Rantauprapat. Diduga, ia telah menggunakan uang nasabah untuk mendanai gaya hidup hedonisnya, termasuk pembelian mobil mewah, sepeda motor, dan apartemen di Medan. Selain itu, terdapat informasi bahwa di kebun binatang yang dimilikinya terdapat hewan dilindungi dengan kondisi banyak yang mati sia-sia.
Saat ini, AHF diduga telah kabur ke luar negeri dan berencana untuk pindah ke Selandia Baru, membawa uang nasabah yang diduga digelapkan. Selama aksi unjuk rasa, umat tidak hanya menyampaikan permintaan klarifikasi, tetapi juga melakukan doa dengan harapan uang gereja dapat dikembalikan dan keadilan segera ditegakkan.
Masyarakat mengajak pihak berwenang, termasuk kepolisian dan otoritas keuangan, untuk segera mengambil langkah tegas – Andi wajib ditangkap baik di dalam maupun luar negeri melalui kerja sama hukum internasional. Selain itu, masyarakat juga menuntut agar pihak BNI memberikan penjelasan terkait sistem pengawasan yang ada dan upaya yang akan dilakukan untuk mengembalikan uang nasabah.
Perlu diperhatikan bahwa informasi di atas berdasarkan laporan dari umat yang melakukan demonstrasi dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak BNI maupun kepolisian. Proses penyelidikan mendalam masih perlu dilakukan untuk mengungkap kebenaran faktual dan menentukan pihak yang bertanggung jawab secara hukum
Saat awak media mengkonfirmasi berita viral dan demo di bank BNI Rantauprapat kepada Polsek bilah hulu.
Awak Media menghubungi Kapolsek Bilah Hulu AKP Redi Sinulingga melalui telepon dan pesan WhatsApp untuk meminta informasi terkait berita viral yang beredar di Kota Rantauprapat serta aksi demo yang terjadi di Bank BNI kemarin.
Kapolsek Redi Sinulingga menyampaikan bahwa belum dapat memberikan tanggapan resmi terkait perkara tersebut, karena kasus masih dalam tahap pengembangan dan sedang ditangani oleh Kanit Intel. Imbuhnya
Syr





