Penerapan USBP/KTI ini menjadi langkah strategis dalam mengembangkan kompetensi siswa secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan riset. Kedua sekolah ini secara serentak mengimplementasikan model ujian berbasis proyek sebagai bagian dari transformasi pembelajaran yang berorientasi pada Profil Pelajar Pancasila.
Kepala SMA Negeri 1 Maesaan, Winsi Mahrita Lengkong, menyampaikan bahwa USBP/KTI memberikan ruang bagi peserta didik untuk menggali potensi diri melalui karya nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Melalui proyek ini, siswa tidak hanya diuji pengetahuannya, tetapi juga kemampuan mereka dalam mengaplikasikan ilmu secara langsung,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala SMAS Katolik Aquino Amurang, Kansia Meifie Lengkong, S.Pd,. MM menegaskan bahwa pendekatan ini menjadi solusi dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. “Kami ingin siswa memiliki pengalaman belajar yang mendalam, sehingga mereka siap menghadapi tantangan di dunia nyata maupun pendidikan lanjutan,” ungkapnya.
Pelaksanaan USBP/KTI di kedua sekolah ini melibatkan berbagai tahapan, mulai dari perencanaan proyek, bimbingan oleh guru, hingga presentasi dan penilaian hasil karya. Berbagai tema diangkat oleh siswa, mulai dari isu sosial, lingkungan, hingga inovasi sederhana yang berdampak bagi masyarakat sekitar.
Kolaborasi yang terjalin antara dua sekolah ini juga menjadi bukti bahwa semangat inovasi dapat tumbuh melalui kepemimpinan yang visioner. Meski berada di institusi berbeda, kedua kepala sekolah tersebut menunjukkan komitmen yang sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Dengan penerapan USBP/KTI ini, diharapkan siswa tidak hanya lulus secara administratif, tetapi juga memiliki bekal keterampilan abad 21 yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Program ini sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus berinovasi dalam sistem evaluasi pembelajaran.
Sementara itu, salah satu penguji ujian, Arie E Toloh, SE Selaku Juga Kepala Cabang Dinas Minsel - Mitra tantang seluruh SMA/SMK di minsel-mitra berinovasi dalam penyelenggaraan UAS salah satunya melaksanakan ujian berbasis project agar mampu mengukur kompetensi setiap peserta didik secara komprehensif melalui penerapan pengetahuan teoritis kedalam praktik nyata yang memadukan kreatifitas berpikir kritis, kaloborasi dan kemampuan pemecahan masalah.
Tahun ini sudah ada tiga sekolah yang telah melaksanakan, saya berharap tahun depan makin banyak sekolah lagi yang melaksanakan ujian berbasis project ini jelasnya.
#sulawesi utara






